Halodoc Atasi Lonjakan Trafik Akibat Virus Corona dengan 'Jurus’ AWS

Selasa, 10 Maret 2020 - 20:28 WIB
Halodoc Atasi Lonjakan...
Halodoc Atasi Lonjakan Trafik Akibat Virus Corona dengan 'Jurus’ AWS
A A A
JAKARTA - Virus Corona tengah menjadi monster menakutkan bagi masyarakat dunia, termasuk Indonesia. Aplikasi berbau kesehatan pun jadi “sasaran” netizen.

Halodoc, platform digital healthcare, mengakui telah terjadi lonjakan signifikan trafik konsultasi dokter dan pembelian produk masker, hand sanitizer, serta vitamin akibat merebaknya virus Corona. Pemerintah telah mengumumkan jumlah pasien yang terkonfirmasi virus corona COVID-19 di Indonesia melonjak drastis menjadi 19 orang, dari sebelumnya hanya 6 pasien.

Alfonsius Timboel, Chief Product Officer Halodoc, mengungkapkan, epidemik virus Corona telah menciptakan lonjakan trafik untuk konsultasi dokter. Di sisi lain, permintaan untuk produk masker, hand sanitizer, vitamin, serta produk daya tahan tubuh juga melonjak signifikan.

“Saat virus Corona ini merebak, terjadi lonjakan trafik dan transaksi di Halodoc, kapasitas server kami juga harus kuat untuk menghadapi hal itu. Kalau masih konvensional, harus beli rak server lagi, tambah orang, nah kalau AWS semua sudah bisa tersistem dan langsung, sesuai dengan demand di pasar,” katanya kepada wartawan di Kantor Pusat Halodoc di Jakarta, Selasa (10/3/2020).

Dia menilai, saat ini merupakan peluang untuk mengedukasi masyarakat untuk dapat membantu menangani virus Corona secara luas. Dalam menghadapi virus Corona, Halodoc telah bekerja sama dengan pemerintah untuk menanggulangi bersama.

“Halodoc coba membantu masyarakat. Ini peluang, untuk mengenalkan Halodoc kepada masyarakat. Kadang-kadang masyarakat lihat virus Corona ini secara ekstrem sehingga perlu konsultasi ke dokter, nah Halodoc berupaya untuk menghubungkannya. Tapi, ada juga yang konsultasi ke dokter, padahal ternyata hanya gejala flu biasa, tidak ada demam sama sekali, misalnya. Bandingkan jika orang harus berbondong-bondong ke rumah sakit dan malah tidak bisa dideteksi penyebaran virusnya,” papar Alfonsius Timboel.

Sampai saat ini, menurut dia, Halodoc telah memiliki 10 juta pengguna aktif per bulan. Halodoc juga menghubungkan antara pengguna aktif itu dengan 20.000 dokter dan 1.800 apotek di seluruh Indonesia. Halodoc juga menjalin kerja sama dengan Gojek untuk pengiriman produk farmasi dari apotek di 85 kota di mana Gojek beroperasi.

Alfonsius menjelaskan, pihaknya telah menggunakan teknologi AWS sejak awal berdiri tahun 2016 silam untuk mengantisipasi lonjakan trafik secara drastis. “AWS juga membantu kami untuk go to the market lebih cepat. Setelah kami evaluasi sistem, butuh waktu 2-3 bulan untuk go to the market dengan server on premis, butuh investasi server dan orang. Dengan AWS, bisa dua pekan langsung bisa, tergantung solusi yang akan dibuat dan fitur-fiturnya,” pujinya.

Selain lebih cepat masuk ke pasar, menurut dia, manfaat kedua terkait dengan optimalisasi cost. Kalau menggunakan server tradisional, dibutuhkan tambahan orang untuk mengelola server dan juga keamanan siber.

Ditambah lagi, lanjut dia, dengan teknologi AWS, cost management jadi lebih mudah dan fleksibel karena sesuai dengan kebutuhan, bisa dinaikkan dan diturunkan secara spontan. “Misalnya, wabah Corona sudah berkurang, bisa diturunkan kebutuhan untuk trafik. Jadi cost management-nya lebih mudah. Lebih fleksibel buat kami,” jelasnya.

Alfonsius mengutarakan, Halodoc telah menggunakan berbagai layanan dari AWS seperti Amazon Redshift, Amazon S3, dan Amazon RDS. Selain itu, analisis data di AWS juga memungkinkan tim manajemen memperoleh data yang lebih cepat sehingga membantu dalam mengambil keputusan (decision making).

“Kalau dapat datanya lebih cepat, kita bisa go to the market lebih cepat, dan kita dapat umpan balik juga lebih cepat. Sehingga kita bisa mengubah strategi jika produk ini tidak sesuai permintaan pasar. Daripada mesti menunggu dua bulan dan pas di-launching produknya tidak cocok. Jadi agility sangat penting untuk mengambil umpan balik dari pasar,” pungkasnya.
(mim)
Berita Terkait
Internet Dunia Runtuh...
Internet Dunia Runtuh 15 Jam! Ini Biang Keroknya: AWS Kuasai 30% Pasar, Sekali Tumbang, Semua Kena!
Berca dan AWS Berkolaborasi...
Berca dan AWS Berkolaborasi Bebaskan Perusahaan Indonesia dari Belenggu Server Kuno
AWS Luncurkan AWS Outposts...
AWS Luncurkan AWS Outposts Berkemampuan Hybrid
Kekayaan Bos Amazon...
Kekayaan Bos Amazon Meningkat, Tembus Rp2.929 Triliun
AWS Happy Kalau Lihat...
AWS Happy Kalau Lihat Bisnis Startup Berjalan Mulus
Saatnya Memberikan Pelayanan...
Saatnya Memberikan Pelayanan Semakin Baik dan Membuka Lapangan Pekerjaan
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
15 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
17 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
17 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
17 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
17 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
18 jam yang lalu
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved