Akhirnya, China Pakai Remdesivir 'Vaksin Ali Mohamed Zaki' Basmi COVID-19

Senin, 24 Februari 2020 - 06:02 WIB
Akhirnya, China Pakai...
Akhirnya, China Pakai Remdesivir 'Vaksin Ali Mohamed Zaki' Basmi COVID-19
A A A
WUHAN - Monyet-monyet yang terinfeksi Virus Corona berhasil disembuhkan oleh ilmuwan Amerika Serikat menggunakan vaksin Remdesivir yang diklaim hasil pengembangan vaksin milik Ali Mohamed Zaki.Bahkan AS, akui beberapa uji klinis lain dari remdesivir untuk COVID-19 diyakini sedang berlangsung di China. Sementara itu, beberapa pasien manusia yang sakit dengan COVID-19 telah menggunakan obat percobaan dalam upaya untuk pulih. BACA JUGA: AS Buktikan Vaksin Ali Mohamed Zaki Sembuhkan Corona di Monyet

Temuan penelitian, yang diterbitkan bulan ini, mengungkapkan tiga kelompok monyet diobati dengan remdesivir. Perincian temuan, Drug Target Review melaporkan satu kelompok primata, bertempat di sebuah lab di Hamilton, Montana, menerima obat 24 jam sebelum infeksi dengan MERS-CoV.

Kelompok lain diberikan vaksin sekitar 12 jam setelah infeksi dan kelompok kontrol lain tidak menerima perawatan apa pun. BACA JUGA: Dunia Cari Ali Mohamed Zaki Pembasmi Virus Corona di Arab Saudi

Para ilmuwan NIH mengatakan "Remdesivir sebelumnya telah melindungi hewan terhadap berbagai virus dalam percobaan laboratorium. Obat ini telah ditunjukkan secara eksperimental untuk secara efektif mengobati monyet yang terinfeksi virus Ebola dan Nipah,"

“Para ilmuwan menunjukkan bahwa hasil studi yang menjanjikan mendukung uji klinis tambahan remdesivir untuk MERS-CoV dan 2019-nCoV. Setidaknya dua uji klinis remdesivir untuk 2019-nCoV sedang berlangsung di Cina, dan pasien lain dengan infeksi 2019-nCoV memiliki menerima obat di bawah protokol penggunaan welas asih. " tulis ilmuan NIH seperti dilansir dari Daily, Minggu (23/2/2020).

Diyakini berasal dari unta, MERS-CoV ditularkan terutama dari hewan ke manusia, tetapi juga penularan dari manusia ke manusia. BACA JUGA: Teka-Teki AS dan China Kantongi Obat Ampuh Virus Corona Terungkap!

Kasus yang diidentifikasi di luar Timur Tengah, termasuk AS dan Inggris adalah orang yang terinfeksi di Timur Tengah dan bepergian. Sekitar 80% kasus manusia dilaporkan oleh Kerajaan Arab Saudi.

RSPCA Inggris memperkirakan ribuan monyet, terutama kera dan marmoset, digunakan dalam penelitian dan pengujian.

RSPCA mengatakan: "Di Inggris, sekitar 3.000 monyet digunakan setiap tahun. Sebagian besar dari penggunaan ini adalah untuk mengembangkan dan menguji keamanan dan efektivitas obat-obatan manusia potensial dan vaksin. Primata juga digunakan untuk mempelajari bagaimana fungsi otak dan dalam penelitian yang berkaitan dengan reproduksi manusia. "
(wbs)
Berita Terkait
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Ramu Imunitas Tubuh,...
Ramu Imunitas Tubuh, Ilmuwan Suntikan Virus Corona ke Monyet Rhesus
Tidak Lulus Sekolah,...
Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Peneliti Tuding Virus...
Peneliti Tuding Virus Corona ada di China sejak Agustus 2019
Berita Terkini
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
11 menit yang lalu
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
21 jam yang lalu
TikTok Bukan Lagi Aplikasi...
TikTok Bukan Lagi Aplikasi Video: Evolusi Menjadi Super App yang Mengancam Google, Amazon, hingga Bank
23 jam yang lalu
Geger Robot Humanoid...
Geger Robot Humanoid Siap Gantikan Buruh Pabrik, Biaya Kerjanya Cuma Rp35 Ribu per Jam!
1 hari yang lalu
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
1 hari yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
1 hari yang lalu
Infografis
Waspada, Kasus COVID-19...
Waspada, Kasus COVID-19 Meningkat 2 Kali Lipat di Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved