Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Sabtu, 13 Juni 2020 - 10:07 WIB
loading...
Gambar penanggulan virus corona. FOTO/ DAILY
A
A
A
MEXICO CITY - Penularan virus corona yang disebut tidak terlalu berpotensi bagi perokok memang masih dalam perdebatan. Namun, sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa perokok dewasa potensi terinfeksinya lebih kecil daripada yang tidak merokok.
Hasil studi ini merupakan penelitian gabungan yang dilakukan para ilmuwan dari Meksiko, Yunani, dan Amerika Serikat, dan dipimpin oleh Dr Theodoros Giannouchos dari University of Utah, yang dilakukan di Meksiko. BACA JUGA - Korea Selatan Temukan Jejak Buaya Purba yang Berjalan ala T-Rex
Dalam penelitian itu, para ilmuwan melibatkan hampir 90.000 pasien positif corona. Hasilnya, dari total pasien itu hanya 23% saja yang merupakan perokok aktif. BACA JUGA - Ilmuwan Berhasil Kembangkan Embrio Manusia Tanpa Sel Telur Wanita
Selain itu, mengutip dari Dailymail, Jumat (12/6/2020), tim peneliti juga menemukan fakta bahwa para pasien COVID-19 yang juga perokok itu tidak membutuhkan perawatan intensif, misalnya mempertaruhkan hidupnya dengan menggunakan ventilator.
Hasil penelitian ini mendukung teori lainnya yang mengindikasikan perokok seakan terlindungi dari penularan COVID-19. Selain di Meksiko, hasil serupa juga ditemukan di Inggris, Amerika Serikat, China, dan Italia.
Hasil studi ini merupakan penelitian gabungan yang dilakukan para ilmuwan dari Meksiko, Yunani, dan Amerika Serikat, dan dipimpin oleh Dr Theodoros Giannouchos dari University of Utah, yang dilakukan di Meksiko. BACA JUGA - Korea Selatan Temukan Jejak Buaya Purba yang Berjalan ala T-Rex
Dalam penelitian itu, para ilmuwan melibatkan hampir 90.000 pasien positif corona. Hasilnya, dari total pasien itu hanya 23% saja yang merupakan perokok aktif. BACA JUGA - Ilmuwan Berhasil Kembangkan Embrio Manusia Tanpa Sel Telur Wanita
Selain itu, mengutip dari Dailymail, Jumat (12/6/2020), tim peneliti juga menemukan fakta bahwa para pasien COVID-19 yang juga perokok itu tidak membutuhkan perawatan intensif, misalnya mempertaruhkan hidupnya dengan menggunakan ventilator.
Hasil penelitian ini mendukung teori lainnya yang mengindikasikan perokok seakan terlindungi dari penularan COVID-19. Selain di Meksiko, hasil serupa juga ditemukan di Inggris, Amerika Serikat, China, dan Italia.
Lihat Juga :