Perusahaan China Berlomba-lomba Ciptakan Teknologi Atasi Virus Corona

Minggu, 02 Februari 2020 - 21:00 WIB
Perusahaan China Berlomba-lomba...
Perusahaan China Berlomba-lomba Ciptakan Teknologi Atasi Virus Corona
A A A
BEIJING - Di tengah wabah virus Corona yang melanda negaranya, banyak perusahaan teknologi asal China berlomba-lomba menciptakan alat untuk membantu mengatasi permasalahanSebut saja, kolaborasi Qihoo 360 dan NoSugar Tech. Kedua perusahaan ini berhasil menciptakan platform untuk mendeteksi apakah seseorang terinfeksi virus atau tidak.
Pendeteksian itu dilakukan kepada orang-orang yang baru datang seusai bepergian. Caranya, cukup memasukkan tanggal perjalanan beserta nomor penerbangan atau kereta, pengguna dapat langsung mengetahui apakah mereka telah bepergian dengan seseorang yang terinfeksi virus.

Jika ternyata hasilnya ditemukan benar bepergian dengan orang yang positif Corona, platform tersebut bisa menyarankan untuk melakukan karantina sendiri. Kemudian mencari bantuan medis jika orang tersebut mengalami gejala terjangkit virus, seperti demam.

Melansir laman South China Morning Post, Minggu (2/2/2020), NoSugar Tech melakukan kompilasi dan memverifikasi data publik secara manual. Data yang tersematkan di platform berasal dari sumber-sumber seperti media Pemerintah China.

Agar kinerjanya efektif, platform ini juga dibekali artificial intelligence (AI) Qihoo 360 dan teknologi data besar. Teknologi ini untuk memastikan informasi tersebut terus diperbarui dan dapat diandalkan.

Platform ini memang sangat membantu. Alhasil, kabarnya sudah digunakan oleh lebih dari 21 juta orang dalam waktu dua hari sejak diluncurkan.

Untuk mengaksesnya, pengguna bisa mengunduh aplikasi dan layanan 360, termasuk peramban dan aplikasi keamanan selulernya. Teknologi ini juga bisa memberikan informasi terbaru tentang situasi virus Corona berdasarkan pernyataan orang lain.

Sementara itu, Baidu, pada pekan lalu, mengatakan, sedang merakit algoritma AI. Hasil kerjanya itu digadang dapat menganalisis struktur sekunder genom dan virus Corona baru hanya dalam 27 detik. Teknologi ini tersedia secara gratis untuk lembaga pengujian gen, pusat pencegahan epidemi dan pusat penelitian ilmiah di seluruh dunia.
(mim)
Berita Terkait
Ilmuwan Ungkap AI Bisa...
Ilmuwan Ungkap AI Bisa Digunakan untuk Ciptakan Virus yang Lebih Mematikan dari Covid-19
Mempermudah Pembuatan...
Mempermudah Pembuatan Aplikasi Real-Time dengan Teknologi AI
Wabah Virus Corona Munculkan...
Wabah Virus Corona Munculkan Solusi Virtual Exhibition
Startup Swiss Luncurkan...
Startup Swiss Luncurkan Layanan Penerjemah dengan Teknologi AI, Klaim Sebagai yang Pertama di Dunia
Peluncuran IM3 Platinum...
Peluncuran IM3 Platinum dengan Kecanggihan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Sambut Ramadan, Aplikasi...
Sambut Ramadan, Aplikasi Belajar Ngaji Diluncurkan
Berita Terkini
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
1 jam yang lalu
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
2 jam yang lalu
Poco F8 Ultra Kembali...
Poco F8 Ultra Kembali Dijual di Indonesia: HP Gaming Buas dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5
14 jam yang lalu
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
15 jam yang lalu
Amankan Piala Dunia...
Amankan Piala Dunia 2026, AS Kerahkan Sistem Pertahanan Anti-drone
18 jam yang lalu
Infografis
China Kembangkan Teknologi...
China Kembangkan Teknologi Siluman untuk Kapal Selam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved