Bukan Corona Saja, EcoHealth Alliance Sebut Wuhan Dikepung Jutaan Virus Lain

Rabu, 29 Januari 2020 - 19:15 WIB
Bukan Corona Saja, EcoHealth...
Bukan Corona Saja, EcoHealth Alliance Sebut Wuhan Dikepung Jutaan Virus Lain
A A A
WUHAN - Virus Corana yang mendera Wuhan membuat keadaan di China menjadi sangat mengerikan. Virus corona jenis baru yang mematikan diyakini berasal dari satwa liar yang dijual secara ilegal di pasar di kota itu,.

Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang ditelusuri pada manusia yang mengonsumsi kelelawar dan musang seharusnya menjadi paringatan untuk kita, tetapi sepertinya 17 tahun kemudian, tidak banyak yang berubah. Praktik mengonsumsi satwa liar ini bisa sangat berbahaya bagi kita karena ada risiko yang semakin besar terhadap kesehatan manusia. BACA JUGA: Ahli Pastikan Butuh 1 Tahun Lebih Buat Vaksin Virus Corona

Menurut Peter Daszak, Presiden EcoHealth Alliance, sebuah LSM global yang berfokus pada pencegahan penyakit menular, bahwa kita semakin dekat dengan virus hewan yang dapat menyebar dengan cepat di dunia kita yang begitu terhubung sekarang. BACA JUGA: Tak Hanya Ali Mohamed Zaki, Pejuang Virus Ebola 'Teresa' Ikut Mencuat

Daszak adalah bagian dari Global Virome Project menjelaskan bahwa ada 1,7 juta virus yang belum ditemukan di alam liar dan itu dibawa hewan ke Wuhan dan dikomsumsi manusia di Wuhan.

Apa yang lebih menakutkan adalah bahwa sekitar setengah dari virus-virus ini dapat berpotensi berbahaya bagi manusia dan mungkin ada lima patogen yang ditularkan melalui hewan yang dapat menginfeksi manusia setiap tahun. Itu sekitar 850.000 virus. BACA JUGA: Bukti - Bukti Virus Corona Tidak Bisa Dimusnahkan

“ Kita melakukan kontak dengan hewan yang membawa virus ini lebih banyak, dan parahnya di Wuhan hewan ini dikomsumsi, ”tegas Daszak seperti dilansir dari worldofbuzz.

Meskipun Pemerintah Tiongkok mengatakan bahwa mereka telah melarang perdagangan satwa liar sebagai tanggapan terhadap merebaknya virus Wuhan, ini hanya sementara dan akar masalahnya masih ada.

Satwa liar telah lama dihargai sebagai makanan lezat atau karena memiliki manfaat kesehatan yang tidak terbukti, terutama di Tiongkok. BACA JUGA: Dunia Cari Ali Mohamed Zaki Pembasmi Virus Corona di Arab Saudi

Beberapa orang juga akan melayani tamu mereka dengan hewan liar yang sulit didapat untuk memamerkan kekayaan mereka.

Banyak faktor yang berperan dalam hal ini tetapi ada harapan, karena banyak generasi muda di Tiongkok mengatakan bahwa mereka tidak ingin makan satwa liar.

“Saya pikir dalam 50 tahun ini akan menjadi masa lalu. Masalahnya adalah kita hidup di dunia yang saling terhubung saat ini sehingga pandemi seperti ini dapat menyebar secara global dalam tiga minggu, ”tambah Daszak
(wbs)
Berita Terkait
Foto-Foto Labotarium...
Foto-Foto Labotarium Wuhan Simpan 1.500 Virus Termasuk COVID-19
Ramu Imunitas Tubuh,...
Ramu Imunitas Tubuh, Ilmuwan Suntikan Virus Corona ke Monyet Rhesus
Tidak Lulus Sekolah,...
Tidak Lulus Sekolah, Inilah Penemu Pertama Virus Corona 1964
Peneliti China Indikasikan...
Peneliti China Indikasikan Virus Corona Tak Berasal dari Wuhan
Riset Terbaru Ungkap...
Riset Terbaru Ungkap Perokok Aktif Lebih Kecil Tertular Virus Corona
Peneliti Tuding Virus...
Peneliti Tuding Virus Corona ada di China sejak Agustus 2019
Berita Terkini
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
15 jam yang lalu
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
1 hari yang lalu
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
1 hari yang lalu
Intel dan Nvidia Memulai...
Intel dan Nvidia Memulai Pertempuran Global Baru
1 hari yang lalu
Game Paling Ditunggu...
Game Paling Ditunggu Sedunia GTA 6 Akhirnya bisa Dipesan, Harganya Rp1,4 Juta
1 hari yang lalu
Memodernisasikan Pertahanan...
Memodernisasikan Pertahanan Maritim, Indonesia Berpotensi Kembangkan Teknologi Kapal Laut
1 hari yang lalu
Infografis
Uang Tunai Menularkan...
Uang Tunai Menularkan Virus Corona, Benarkah? Cek Faktanya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved