Divonis Bersalah, Google Balas Tangguhkan Layanan untuk Turki

Kamis, 19 Desember 2019 - 07:47 WIB
Divonis Bersalah, Google...
Divonis Bersalah, Google Balas Tangguhkan Layanan untuk Turki
A A A
ANKARA - Turki bertindak tegas terhadap Google yang selama ini dianggap menyalahgunakan posisi dominannya dalam bisnis mesin pencari dan iklan di dunia maya. Tak tinggal diam, Google membalas dengan menangguhkan semua Layanan Seluler Google untuk handphone baru di pasar Turki.

Laman GSM Arena menginformasikan, Google mengumumkan mereka tidak akan lagi mengeluarkan lisensi Layanan Seluler Google untuk ponsel yang ditujukan bagi pasar Turki. Artinya, bukan hanya produsen lokal, tapi semua pembuat ponsel Android. Perlu dicatat, ini tidak ada hubungannya dengan perang dagang AS-China, namun lebih kepada pilihan mesin pencari default pada ponsel.

Google sendiri masih memberikan jaminan Layanan Seluler Google pada model yang ada atau handphone yang sudah dibeli konsumen dan masih di toko tetap akan berfungsi . Namun, tampaknya Google juga menangguhkan pembaruan OS yang mungkin menjadi masalah pada handphone di tangan konsumen.

Masalah tersebut dimulai ketika Yandex Rusia mengajukan keluhan, mengatakan, Google mengubah perjanjian distribusi perangkat lunaknya dengan cara yang menghapus opsi untuk mengubah mesin pencari default. Otoritas antimonopoli Turki memihak Yandex dan mendenda Google USD17,4 juta.

Raksasa pencarian AS membuat beberapa perubahan, tapi mereka tidak memuaskan regulator Turki -pengguna masih tidak dapat memilih mesin pencari default. Regulator pun memberlakukan denda tambahan 0,05% dari pendapatan harian Google hingga sampai masalah ini diselesaikan. Mereka juga memberikan perusahaan periode 60 hari untuk banding atas keputusan tersebut.

Kemudian Google memberikan tekanan kepada Menteri Perdagangan Turki dan pemimpin otoritas antimonopoli untuk mengubah keputusan tersebut, lapor surat kabar lokal Haberturk, yang pertama kali melaporkan masalah ini.

Regulator mengumumkan hasil awal penyelidikan lain, mengatakan, Google telah menyalahgunakan posisi dominannya dalam pencarian dan iklan untuk mendorong layanannya dengan mengorbankan persaingan lokal.
(mim)
Berita Terkait
Smartphone Pertama di...
Smartphone Pertama di Dunia yang Akan Mendapatkan Android 16
Urutan Versi Android...
Urutan Versi Android dari Awal hingga Sekarang, Terinspirasi Nama Makanan
Android 14 Resmi Dirilis,...
Android 14 Resmi Dirilis, Eksklusif untuk Smartphone Pixel
Cara Tingkatkan Aksesibilitas...
Cara Tingkatkan Aksesibilitas Smartphone saat Update untuk Android
Saat Rilis Beta 2, Google...
Saat Rilis Beta 2, Google Tak Sengaja Sebut Peluncuran Android 11
Google Temukan Celah...
Google Temukan Celah Keamanan, Dapat Dipakai Meretas Smartphone Android dari Jarak Jauh
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
7 jam yang lalu
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
9 jam yang lalu
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
14 jam yang lalu
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
15 jam yang lalu
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
19 jam yang lalu
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
1 hari yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved