Begini Strategi BRI Life di Media Sosial Agar Dilirik Milenial

Jum'at, 13 Desember 2019 - 22:40 WIB
Begini Strategi BRI Life di Media Sosial Agar Dilirik Milenial
Begini Strategi BRI Life di Media Sosial Agar Dilirik Milenial
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan digital Tanah Air yang pesat menjadikan teknologi informasi (TI) berperan sangat penting dalam pertumbuhan industri. Salah satunya, industri asuransi.

Hal ini disadari Asuransi BRI Life. Manajemen sejak jauh hari sduah memutuskan menggunakan platform media sosial sebagai preferensi strategi komunikasi dalam melakukan literasi keuangan serta proteksi diri, khususnya bagi kalangan milenial. Para milenial "digarap" melalui Web Series "Percaya Ini Rindu".

Sebanyak enam episode Web Series Percaya Ini Rindu yang menyasar generasi milenial ini telah disiapkan BRI Life. Enam episode tersebut ditayangkan melalui channel YouTube BRILIFE setiap hari Sabtu, pukul 18.00 WIB, mulai tanggal 30 November 2019.

Dalam penggarapannya, BRI Life bekerja sama dengan Nevky Pictures yang digawangi sutradara Okke Triguna. Web Series Percaya Ini Rindu menampilkan Epy Kusnandar, aktor kawakan yang sarat dengan berbagai penghargaan di dunia seni peran, artis muda Denira Wiraguna, dan Kris Anjar serta beberapa pemeran milenial lainnya.

"Salah satu alasan atas strategi literasi BRI Life melalui peluncuran Web Series ini adalah BRI Life memperhitungkan dalam 5 sampai 7 tahun ke depan, akan ada jutaan milenial yang menjadi potensi pasar luar biasa bagi industri asuransi. Hal ini sangat penting bagi kami, untuk membangun dan menjelaskan karakter asuransi BRI Life bagi milenial mulai saat ini," kata Gatot.

Gatot menjelaskan, Web Series ini akan menjadi sarana yang dibangun bagi para milenial untuk menyampaikan pesan bahwa asuransi itu penting. Sedangkan BRI Life hadir bagi para milenial untuk membantu menata kehidupan yang lebih baik dengan menyediakan layanan asuransi kekinian yang mudah, cepat, dan didukung oleh teknologi digital.

Direktur Pemasaran dan Syariah BRI Life, Anik Hidayati, menambahkan, strategi penggarapan pasar BRI Life selama ini concern masuk melalui mitra grup perusahaan. Penetrasi dilakukan khususnya untuk produk Mikro Insurance, yang memang menjadi kekuatan pasar BRI Life yang tersebar sampai ke pelosok-pelosok.

“Oleh karena itu, sosial media yang saat ini sangat populer menjadi sarana yang cukup efektif untuk menjangkau masyarakat luas yang tersebar di seluruh Indonesia. Dengan pendekatan yang soft, BRI Life berupaya melakukan pendekatan juga ke pasar milenial, menyampaikan pentingnya berasuransi yang sekaligus menjaring nasabah baru,” tutur Anik.

Percaya Ini Rindu menjadi Web Series yang dapat menjadi pilihan untuk ditonton karena memiliki alur cerita sederhana, menghibur, memperlihatkan nilai-nilai persahabatan, kesetiaan, kepercayaan, kesabaran, keberanian dalam menghadapi risiko dan tantangan kehidupan. Web Series yang berdurasi 12 menit untuk setiap episode ini diharapkan akan menjadi jembatan bagi BRI Life untuk masuk ke area milenial dengan konten yang ringan dan menarik.

Kisahnya diawali dari seorang gadis bernama Anya (Denira) yang dibesarkan dengan kasih sayang orang tua tunggalnya, yakni sang ayah (Kang Epy) yang mengelola kedai kopi bernama Percaya Ini Rindu. Pengelolaan kedai dibantu Tejo, pamannya.

Dalam perjalanannya, Anya banyak menemui pelajaran hidup di kedai kopi tersebut. Demikian juga dengan drama persahabatan yang dikisahkan dengan apik melalui alur cerita.

Di saat sahabatnya Hana melakukan kesalahan dan berakibat fatal, Anya pun jadi mengerti betapa andil dirinya cukup besar untuk orang-orang di sekeliling. Puncaknya adalah saat Anya berulang kali harus menghadapi revisi skripsi dan di waktu bersamaan kedainya akan diambil alih orang lain. Padahal di saaat itu pula sang ayah harus menjalani perawatan karena sakit.

“Bagaimana kisah Kang Epy dan Anya di Percaya Ini Rindu? Apa saja pesan yang yang ingin disampakan BRI Life melalui Web Series ini? Anda dapat mengklik Percaya Ini Rindu di akun YouTube BRILife," ajak Anik.
(mim)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1459 seconds (11.97#12.26)