Daftar Wilayah di Indonesia yang Akan Gelap Gulita di Siang Hari

Jum'at, 13 Desember 2019 - 14:07 WIB
Daftar Wilayah di Indonesia...
Daftar Wilayah di Indonesia yang Akan Gelap Gulita di Siang Hari
A A A
JAKARTA - Indonesia dapat melihat Gerhana Matahari Cincin (GMC) pada 26 Desember mendatang. Sepanjang tahun ini, telah diprediksi akan terjadi lima kali gerhana di Indonesia, dan yang terakhir adalah GMC nanti.

Akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di Twitter dengan nama @infoBMKG, dalam cuitannya mengatakan, wilayah yang akan dilalui jalur GMC adalah Arab Saudi, Qatar, UAE, Oman, India, Sri Lanka, Samudra Hindia, Samudra Pasifik, Singapura, Malaysia, dan termasuk Indonesia.

Ada 25 kota dan tujuh provinsi di Indonesia yang akan dilewati jalur GMC, yakni Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

GMC di Indonesia dimulai di Sabang, Aceh, sekitar pukul 10.03 WIB. Sedangkan di Merauke, Papua, menjadi yang terakhir melihat dimulainya GMC, sekitar pukul 14.37 WIT.

Puncak gerhana paling awal adalah kota Sabang, sekitar pukul 11.49 WIB. Dan kota yang akan mengalami waktu puncak paling akhir adalah Jayapura, yaitu pukul 15.51 WIT.

“Perlu diketahui bahwa salah satu tupoksi (tugas pokok dan fungsi) BMKG adalah memberikan informasi layanan tanda waktu, termasuk informasi gerhana matahari dan bulan,” jelas BMKG, dalam cuitannya, Jumat (13/12/2019).

Gerhana Matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya Matahari oleh Bulan, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bumi. Fenomena ini merupakan salah satu akibat dari dinamisnya pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan. Kerap terjadi pada saat fase bulan baru.

Sedangkan gerhana Bulan terjadi ketika terhalangnya cahaya Matahari oleh Bumi, sehingga tidak semua cahayanya sampai ke Bulan. Biasanya terjadi pada saat fase purnama.

Sementara itu, GMC terjadi ketika Matahari , Bulan, dan Bumi berada tepat segaris. Dan pada saat itu, piringan Bulan yang teramati dari Bumi lebih kecil daripada piringan Matahari.

Akibatnya, ketika puncak gerhana tiba, Matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di sisi tengahnya, dan terang di sisi pinggirnya.

“Baik Gerhana Matahari maupun Gerhana Bulan, peristiwanya dapat diprediksi dengan tingkat akurasi yang tinggi,” tambah akun tersebut.

Meskipun peristiwa GMC di suatu lokasi dapat diprediksi dengan baik, peristiwa tersebut tidak berulang di lokasi yang sama dalam siklus tertentu. BMKG memprediksi GMC yang selanjutnya akan terjadi pada 21 Mei 2031 dan 14 Oktober 2042.
(wbs)
Berita Terkait
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Ahli Meteorologi Sebut...
Ahli Meteorologi Sebut Peluncuran Roket SpaceX Bakal Kembali Terkendala Cuaca
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Berita Terkini
Elon Musk Minta Tak...
Elon Musk Minta Tak Perlu Takut dengan AI, Nikmati Saja
20 jam yang lalu
Biznet Gio dan IMV Hadirkan...
Biznet Gio dan IMV Hadirkan Solusi Hybrid Cloud, Dukung Transformasi Smart Manufacturing
1 hari yang lalu
Rumor Nintendo Switch...
Rumor Nintendo Switch 2: Remake Ocarina of Time dengan Kontroler Zelda Pro
1 hari yang lalu
AI Buatan China Meraih...
AI Buatan China Meraih Skor Sempurna di Olimpiade Matematika Dunia
1 hari yang lalu
Akankah iPhone 20 Pro...
Akankah iPhone 20 Pro Max Memiliki Layar Terbesar dalam Sejarah?
1 hari yang lalu
Meta Kembangkan Aplikasi...
Meta Kembangkan Aplikasi Prediksi Pasar Mirip Polymarket
2 hari yang lalu
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved