Kemungkinan Tabrak Bumi 1:37, Inilah Efek Energi Asteroid 2019GT3

Minggu, 08 September 2019 - 20:37 WIB
Kemungkinan Tabrak Bumi...
Kemungkinan Tabrak Bumi 1:37, Inilah Efek Energi Asteroid 2019GT3
A A A
NEW YORK - Saat ini semua badan antariksa di dunia sedang mengamati pergerakan benda langit 'Asteroid' yang bergerak mendekato bumi, Asteroid besar yang memiliki kekuatan lebih dari 50 megaton nuklir akan meluncur melewati bumi.

NASA mengatakan asteroid raksasa itu dijuluki 2019 GT3 memiliki lebar 1.214 kaki, membuatnya jauh lebih tinggi dari Menara Eiffel di Paris. BACA JUGA: Bumi dalam Keadaan Bahaya, NASA Minta Semua Lakukan Ini

Asteroid ini sebelumnya dikenal sebagai “2004MN4,” berukuran sekitar 390 meter yang ditemukan ilmuwan pada Juni 2004 lalu. Baca Juga: Soal Asteroid yang Menghancurkan Bumi Tertulis dalam Alquran

Seperti dilansir dari Space, Para ahli mengatakan bahwa objek NEO yang lebih besar dari 1 kilometer, akan menabrak Bumi setiap beberapa ribu tahun. NEO yang besarnya lebih dari 6 km, akan memusnahkan kehidupan Bumi setiap beberapa juta tahun. Sementara yang kita hadapi kali ini adalah sebuah asteroid besar yang tertunda.

Dari hasil perhitungan orbit si objek, ilmuwan NASA menemukan bahwa tingkat bahaya dari ancaman asteroid ini paling tinggi, pada tahu 2029 asteroid “Apophis” akan melewati Bumi, namun, ia akan kembali lagi mengunjungi Bumi pada tahun 2036, dan tidak tertutup kemungkinan akan menerobos atmosfer dan bertabrakan dengan Bumi! BACA: Saat Ini, Asteroid Berkekuatan 50 Megaton Nuklir Mendekati Bumi

“Apophis” sekarang masuk dalam peringkat empat dalam skala Torino. Peringkat 10 dalam skala Torino jadi patokan tertinggi atas risiko benda langit yang menghantam Bumi dan dianggap sebagai kiamat.

Tingkat bahaya “Apophis” adalah yang tertinggi di antara asteroid lain yang pernah ditemukan selama ini. Apophis ditempatkan pada nomor 4 dari skala 10 Torino.

Ini adalah asteroid terbesar yang mengancam Bumi sepanjang sejarah manusia dengan kemungkinan tabrakan 1:37.

Apabila Apophis lewat pada 13 April 2029, gravitasi Bumi akan mengubah orbitnya, namun, pada 2036 ia akan kembali mengunjungi dan menghantam Bumi. Dari data perhitungan para ilmuwan menunjukkan, ketika “Apophis” mendekati Bumi, kecepatannya adalah sekitar 5,9 kilometer per detik.

Jika menabrak bumi, akan menghasilkan energi yang setara dengan 110.000 ledakan bom ato di Hiroshima. Jika menghantam di samudera, akan mengakibatkan tsunami dahsyat yang mematikan, jauh lebih dahsyat dari tsunami 2004 di Samudera Hindia.

NASA berupaya menyelamatkan umat manusia dengan menyiapkan rencana gila untuk menyelamatkan bumi dengan menabrakkan pesawat ruang angkasa ke asteroid

NASA sedang meningkatkan rencana untuk secara sengaja menabrak pesawat ruang angkasa ke asteroid ketika bergabung dengan Badan Antariksa Eropa (ESA) minggu depan.
(wbs)
Berita Terkait
MIT Ciptakan Laboratorium...
MIT Ciptakan Laboratorium Tentang Sebuah Mimpi
Temuan Sensor Baru yang...
Temuan Sensor Baru yang Mampu Deteksi Kanker Lebih Cepat
Ilmuwan Ciptakan Robot...
Ilmuwan Ciptakan Robot yang Bisa Berlari seperti Cheetah
Peneliti UNAIR Klaim...
Peneliti UNAIR Klaim Temukan Lima Kombinasi Obat Corona
Kronologi Gerombolan...
Kronologi Gerombolan Monyet Begal Sampel Darah Pasien Positif Corona
Ilmuwan Ciptakan Energi...
Ilmuwan Ciptakan Energi Terbarukan Dari Gelombang, Angin dan Matahari
Berita Terkini
Panas Ekstrem, Paris...
Panas Ekstrem, Paris Ubah Sungai Seine Jadi Pendingin Udara
6 menit yang lalu
Sekolah untuk Robot...
Sekolah untuk Robot Humanoid Resmi Dibuka, Ini Pelajarannya
12 jam yang lalu
Bulan Juni 2026, Ilmuwan...
Bulan Juni 2026, Ilmuwan Sebut Air Laut Mulai Mendidih
21 jam yang lalu
Meta Bantah Tuduhan...
Meta Bantah Tuduhan Medsosnya Menyebabkan Anak-anak Kecanduan
1 hari yang lalu
AS Menguji Pertempuran...
AS Menguji Pertempuran Udara Jarak Jauh dengan Dukungan AI F-16
1 hari yang lalu
AI for Life: Ketika...
AI for Life: Ketika Kampus Mulai Bicara Etika, Bukan Sekadar Teknologi
1 hari yang lalu
Infografis
Inilah Makhluk yang...
Inilah Makhluk yang Kemungkinan Bisa Selamat dari Kiamat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved