AS Tak Cabut Sanksi Dagang, Begini Nasib 5G Milik Huawei

Rabu, 04 September 2019 - 18:26 WIB
AS Tak Cabut Sanksi...
AS Tak Cabut Sanksi Dagang, Begini Nasib 5G Milik Huawei
A A A
CHENGDU - Sanksi dagang yang masih diberlakukan Administrasi Trump kepada Huawei masih belum dicabut. Alasannya sama, raksasa manufaktur asal China itu masih dianggap berbahaya bagi keamanan nasional Amerika Serikat (AS).

AS pun masih mengampanyekan bagi negara sekutunya untuk "mengharamkan" penggunaan teknologi Huawei, baik device maupun jaringan telekomunikasi, khususnya 5G. Namun tindakan yang dilakukan oleh Presiden Trump direspons santai oleh manajamen Huawei.

Mereka masih percaya diri untuk mengembangkan perusahaan agar lebih bertumbuh lagi. "Kami tetap percaya diri menghadapi pasar dan konsumen banyak yang memercayakan teknologi dan perangkat 5G-nya kepada kami. Lebih dari 50 negara dan lebih dari 200.000 perangkat 5G telah terdistribusikan ke pasar seluer. Ini bukti kami masih bisa dipercaya pasar (di tengah tekanan AS)," kata Direktur Huawei dan Presiden Institut Riset dan Strategis Huawei, William Xu dalam gelaran Huaei Asia Pasific Innovation Day ke-5 di Chengdu, China.

Untuk diketahui, negara yang menggunakan teknologi 5G Huawei bukan hanya Asia, tapi juga tersebar di Benua Amerika (4 negara), Eropa (28 negara), Timur Tengah (11 negara), Afrika (1 negara), dan Asia Pasifik (6 negara). Mereka tetap memutuskan menggunakan teknologi Huawei meskipun dituding membuka pintu belakang untuk kepentingan Pemerintah China.
Keseriusan Huawei dalam teknologi internet generasi kelima juga terlihat dari investasi yang digelontorkan ke tim R&D. Tak kurang dari USD4 miliar dihabiskan untuk mengembangkan 5G.Di sektor handset, Huawei juga tengah diterpa rumor bahwa flagship-nya, yakni Huawei Mate 30, tak lagi mendapat izin menggunakan layanan Google Android. Sebut saja Google Play Store dan YouTube.

Sampai sekarang belum ada konfirmasi resmi dari Huawei. Yang jelas ponsel premium yang sering menggebrak di fitur kameranya itu akan diluncurkan pada pertengahan bulan September ini.
(mim)
Berita Terkait
Mengagetkan, Mantan...
Mengagetkan, Mantan CEO Google Ungkap Alasan Sebenarnya AS Menyerang Huawei
AS Akhirnya Bersikap...
AS Akhirnya Bersikap Melunak Terhadap Huawei, Kok Bisa?
China Punya Jaringan...
China Punya Jaringan 5G Terbaik di Dunia, Setujukah Anda?
Teknologi 5G-nya Dijegal...
Teknologi 5G-nya Dijegal di Swedia, di Luar Dugaan Ericsson Bela Huawei
China Marah Administrasi...
China Marah Administrasi Biden Memperkuat Larangan Dagang Huawei
Huawei: Larangan Inggris...
Huawei: Larangan Inggris adalah Langkah Mundur Pelaksanaan 5G
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
9 jam yang lalu
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
13 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
16 jam yang lalu
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
19 jam yang lalu
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
2 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
2 hari yang lalu
Infografis
5 Alasan Kapal Induk...
5 Alasan Kapal Induk AS Tak Lagi Relevan dalam Perang Masa Depan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved