Takut Semua Orang Kaya Raya Mendadak, NASA Amati Astroid Psyce 16

Jum'at, 28 Juni 2019 - 14:58 WIB
Takut Semua Orang Kaya...
Takut Semua Orang Kaya Raya Mendadak, NASA Amati Astroid Psyce 16
A A A
NEW YORK - NASA saat ini sedang mengamati asteroid yang mengandung banyak emas. Kandungan Emas astrroid yang bernama Psyce 16 bisa membuat orang di dunia kaya raya mendadak jika jatuh di bumi.

Seperti dilansir dari The Sun, Jumat (28/6/2019) Psyche 16 menurut NASA, inilah salah satu obyek paling misterius di tata surya kita. NASA menyebut letak Psyche 16 berlokasi sekitar 230 juta mil atau 370 juta km dari Bumi. Spesifiknya letaknya ada diantara Mars dan Jupieter. Baru-baru ini, NASA mendapatkan gambar close-up dari asteroid kecil ini.

Pada 2022 nanti, NASA berencana untuk mengadakan misi ke sana untuk menyingkap keadaan sebenarnya dari asteroid tersebut. Hal ini terkait adanya anggapan bahwa asteroid Psyche 16 sebenarnya dulu adalah inti dari sebuah planet yang kemudian hancur akibat tabrakan yang pernah terjadi.

Dari sana, mereka menyimpulkan jika bagian dalam dari Psyche 16 berisikan bermacam-macam logam seperti besi, nikel, logam mulia, bahkan logam langka lainnya seperti emas, platinum, dan tembaga. Bahkan nilai logam dan emasnya mencapai 8.072 kuadrilliun Euro atau 10.000 kuadriliun US Dollar (kuadriliun = 1.000.000.000.000.000).

Penelitian pada tahun 2022 tersebut tak membuat NASA berencana membawa berbagai alat bukti dari sana ke Bumi. Sebab, NASA tidak ingin membuat sebagai perekonomian dunia menjadi berantakan.

Lindy Elkins-Tanton, ilmuan NASA dan direktur Arizona State University School of Bumi dan Antariksa mengatakan ada cara untuk mengujungi asteroid ini tapi tidak untuk membawa logam dari sana.

“Nilai logam akan runtuh saat itu juga. Bahkan bisa membuat semua perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan, distribusi, dan perdagangan mengalami inflasi. Termasuk pemerintah,” jelasnya. Pada akhirnya perekonomoian tidak jalan.

“Saya berpikir nantinya kami akan melihat sesuatu yang benar-benar mustahil dan unik,” ungkap Elkins-Tanton

Asteroid ini akhir-akhir ini menjadi perdebatan banyak pihak lantaran setelah keluarnya U.S. Commercial Space Launch Competitiveness Act pada 2015, perusahaan dapat melakukan penambangan di luar angkasa, salah satunya adalah di asteroid.

Akta ini secara resmi mengubah peraturan yang sebelumnya sudah pernah ditetapkan, yaitu Perjanjian Luar Angkasa, sebuah dokumen yang ditandatangani oleh AS dan Rusia di antara negara-negara lain pada 1960-an. Dokumen itu mengatakan bahwa bulan dan benda-benda langit lainnya adalah bagian dari “warisan bersama umat manusia.”
(wbs)
Berita Terkait
KSTI 2025 Resmi Ditutup,...
KSTI 2025 Resmi Ditutup, 48 Peta Jalan Prioritas Riset Nasional Siap Digarap
Cetak Ahli Farmasi Baru,...
Cetak Ahli Farmasi Baru, Berbagi Inovasi Sains Diperkuat
Peneliti Virginia Temukan...
Peneliti Virginia Temukan Sumber Energi Terbarukan
Konsep Student Mobility...
Konsep Student Mobility Langkah Ilmiah Gabungkan Sains dan Budaya
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Ilmuwan Temukan Cara...
Ilmuwan Temukan Cara Uji Sampel Covid-19 Secara Massal
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
2025, Diprediksi akan...
2025, Diprediksi akan Banyak Orang Kaya Mendadak karena Kripto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved