Respons Industri 4.0, Aplikasi BUMN Ini Adopsi Augmented Reality

Selasa, 30 April 2019 - 17:00 WIB
Respons Industri 4.0,...
Respons Industri 4.0, Aplikasi BUMN Ini Adopsi Augmented Reality
A A A
JAKARTA - Transaksi perdagangan secara online atau daring semakin menjamur lantaran kemudahan dan kepraktisannya. Tak mau ketinggalan di era perkembangan teknologi, PT Kimia Farma (Persero)Tbk atau Kimia Farma berinovasi melahirkan aplikasi Mediv.

Platform digital Mediv diciptakan untuk memudahkan masyarakat melakukan jual beli produk kesehatan (healthcare) dan kosmetik berkualitas. Platform e-commerce ini mengajak masyarakat untuk menjadi entrepreneur (pebisnis) dengan menjadi mitra Mediv.

Melalui toko kesehatan virtual ini pula, para mitra Mediv dapat berbisnis berbagai produk healthcare berupa alat kesehatan, kosmetik, skin care, suplemen kesehatan, personal care (perawatan diri), dan lainnya.

“Hanya bermodalkan smartphone, masyarakat sudah bisa berbisnis produk kesehatan dan kosmetik di aplikasi Mediv. Adanya fitur unggulan berupa Mediv screen dan Mediv Augmented Reality (AR) akan menawarkan pengalaman berbelanja di dunia maya atau online layaknya di dunia nyata. Ini merupakan era mudah berbisnis, ibaratnya hanya ‘bermodalkan jari’,” ungkap Direktur Utama Kimia Farma, Honesti Basyir dalam grand launching Mediv di Jakarta.

Di samping menambah penghasilan, para mitra Mediv akan memperoleh kemudahan untuk menjual produk-produknya. Hampir tidak memerlukan modal, para mitra Mediv juga tidak perlu menyediakan ruangan atau gudang untuk menyimpan stok barang.

Sebab, jamin dia, barang pesanan akan langsung dikirim ke konsumen setelah transaksi berhasil dilakukan. Untuk menjadi mitra Mediv, masyarakat hanya perlu melakukanpendaftaranpada situs web mediv.co.id

Masyarakat yang ingin berbisnis melalui Mediv dapat mengunduh aplikasi Mediv yang saat ini tersedia di Play Store (aplikasi Android). Para mitra dapat menemukan kemudahan akses, penggunaan, dan transaksi.

"Produk-produk yang disajikan juga ditampilkan secara 3D selayaknya berbelanja secara konvensional. Untuk melakukan pemesanan, konsumen cukup memilih barang yang diinginkan. Selanjutnya, pesan dan isi alamat lengkap," paparnya.

Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Kimia Farma merespons positif era industri 4.0 dengan terus berupaya mengimplementasikan perkembangan teknologi dalam industri farmasi dan heathcare.
(mim)
Berita Terkait
Snapchat Luncurkan Masker...
Snapchat Luncurkan Masker Wajah Augmented Reality
Potensi Pasar Besar,...
Potensi Pasar Besar, Vuforia Rambah Bisnis AR di RI
Google Suntik Mati Aplikasi...
Google Suntik Mati Aplikasi AR Measure
Dampak Game Augmented...
Dampak Game Augmented Reality dan Perkembangan AR
Kacamata AR Buatan DARPA...
Kacamata AR Buatan DARPA Bikin Tentara AS Punya Kemampuan Cyborg
Harga Tembus Rp45 Juta,...
Harga Tembus Rp45 Juta, Apple Pilih Tunda Peluncuran Kacamata AR hingga 2024
Berita Terkini
Titik Balik yang Mengubah...
Titik Balik yang Mengubah Ukuran Manusia Purba Ditemukan
3 jam yang lalu
SpaceX Berganti Nama...
SpaceX Berganti Nama Jadi SpaceXAI Bukti Fokus pada AI
7 jam yang lalu
China Ciptakan Baterai...
China Ciptakan Baterai Nuklir yang Bisa Bertahan Ribuan Tahun
13 jam yang lalu
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
16 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
2 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
2 hari yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved