Smartphone Layar Lipat Bakal Hadapi Jalan Terjal untuk Bisa Diterima Pasar

Selasa, 09 April 2019 - 20:00 WIB
Smartphone Layar Lipat...
Smartphone Layar Lipat Bakal Hadapi Jalan Terjal untuk Bisa Diterima Pasar
A A A
JAKARTA - Jika Anda berencana menghabiskan uang pada handphone yang layarnya dapat dilipat dalam waktu dekat, jelas kalian adalah minoritas di antara calon pembeli model high-end baru.

Karena itu, perusahaan yang mengharapkan faktor bentuk baru yang radikal ini dapat membawa pertumbuhan kembali ke pasar global sepertinya tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Ini disebabkan sejumlah alasan.

Kondisi itu sejalan dengan tantangan produksi yang besar dan biaya ritel yang mahal. Lembaga riset Gartner pun menyoroti "trade-off" yang tidak ditentukan sebagai penyebab utama lambatnya penggunaan perangkat yang dapat dilipat.

Laman Phone Arena melaporkan, pertumbuhan Ini mungkin akan sangat lambat. Kenyataannya kategori layar lipat hampir tidak diproyeksikan menyumbang 5% dari semua pengiriman smartphone kelas atas hingga tahun 2023.

Menurut perusahaan riset pasar itu, jumlah setara 30 juta unit, seperti yang disukai Samsung dan Huawei hanya akan tercapai setelah tanda-tanda kemajuan secara bertahap selama empat tahun ke depan.

Jika analis Gartner benar, sepertinya Apple tidak akan bergabung dengan permainan layar lipat selama periode pertumbuhan yang lambat ini. Itu jelas hanya sebuah asumsi, tapi hal ini didasarkan pada modus operandi raksasa teknologi itu.

Tampaknya jauh lebih mungkin bahwa iPhone pertama yang dapat dilipat akan tiba begitu "eksperimen faktor bentuk" berakhir. Lalu industri mencapai kesepakatan dalam hal pendekatan mana yang memberikan manfaat paling banyak dengan harga terbaik.

Sejauh menyangkut pasar handphone secara keseluruhan, Gartner tidak mengharapkan perubahan besar dalam waktu dekat. Secara keseluruhan pengiriman bisa turun dari 1,81 miliar unit pada 2018 menjadi 1,8 miliar tahun ini. Lalu tumbuh menjadi 1,82 miliar pada 2020 dan kembali tergelincir menjadi 1,79 miliar unit lebih rendah pada 2021.

Pada dasarnya, itu berarti industri seluler akan tetap datar untuk beberapa saat lagi. Ini menunjukkan revolusi 5G yang banyak diimpikan oleh banyak perusahaan dan merek papan atas juga bernasib sama. Sama seperti layar lipat, hanphone 5G tidak cukup praktis pada skala yang cukup besar.
(mim)
Berita Terkait
ZTE Ajukan Paten Smartphone...
ZTE Ajukan Paten Smartphone Layar Lipat, Tiga Lipatan Sekaligus
Lagi-lagi Xiaomi Patenkan...
Lagi-lagi Xiaomi Patenkan Smartphone Layar Lipat, Kali Ini Lebih Menarik
Seperti Inikah Tampilan...
Seperti Inikah Tampilan Ponsel Layar Lipat Xiaomi?
Bocoran Terbaru, OPPO...
Bocoran Terbaru, OPPO Find N3 Flip Bakal Usung Prosesor Dimensity 9200
Jadi Follower LG, Oppo...
Jadi Follower LG, Oppo Punya Paten Casing Smartphone dengan Keyboard QWERTY
Ponsel Layar Lipat Pertama...
Ponsel Layar Lipat Pertama Xiaomi Muncul dalam Bocoran Gambar Terbaru
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
14 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
16 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
16 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
16 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
17 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
18 jam yang lalu
Infografis
3 Rudal Rusia yang Bisa...
3 Rudal Rusia yang Bisa Dipakai Hizbullah untuk Hantam Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved