Toyota Kembangkan Kendaraan Penjelajah Bulan dan Antariksa

Minggu, 10 Maret 2019 - 09:57 WIB
Toyota Kembangkan Kendaraan...
Toyota Kembangkan Kendaraan Penjelajah Bulan dan Antariksa
A A A
TOKYO - Tak hanya Tesla Motors Inc yang membuat kendaraan untuk digunakan di luar angkasa. Toyota bergerak maju untuk pergi ke luar angkasa.

Menurut sebuah laporan yang dirilis oleh Sky News, Badan Eksplorasi Dirgantara Jepang telah mengkonfirmasi fakta bahwa mereka saat ini bekerja dengan Toyota untuk mengembangkan jalur bulan untuk misi 2030.

Selain rekam jejak bulan ini, Toyota juga dikatakan bertanggung jawab untuk memproduksi kendaraa antariksa dan fokus pada aspek mobilitas di sana.

Sebelumnya Tesla meluncurkan sebuah mobil berkapasitas dua penumpang dan beratap terbuka (roadster) ke antariksa sebagai bagian dari muatan roket jumbo SpaceX baru yang diluncurkan dari Florida tahun 2018 lalu.

Roket Falcon Heavy setinggi 23 lantai itu diluncurkan dari landasan di Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Florida, lokasi peluncuran roket-roket NASA yang membawa misi Apollo ke bulan hamper 50 tahun lalu.

Peluncuran yang sukses itu menandai momen penting bagi Elon Musk, CEO Tesla dan SpaceX.

"Saya masih berupaya memahami semua yang terjadi, karena saya masih tidak percaya,” kata Elon Musk seperti dilansir dari Autopro.

Sebanyak 27 mesin roket menciptakan daya dorong5 juta pon ,yang diperlukan untuk mendorong Falcon Heavy ke antariksa –sebagai kendaraan peluncuran paling kuat di dunia saat ini.

“Hebat sekali. Mungkin itu adalah hal paling menarik yang pernah saya saksikan,” ujar Elon.

Dua roket-pendorong yang menempel di sisi Falcon Heavy kembali lagi ke Bumi dan mendarat secara tegak lurus di dua landasan di Cape Canaveral.

Namun roket-pendorong yang ada di tengah tidak berhasil mendarat dengan sempurna dan jatuh ke Samudera Atlantik; satu-satunya bagian yang tidak berjalan sesuai rencana.

Sementara di antariksa, duduk di kursi pengemudi mobil adalah manekin yang mengenakan baju astronaut. Mobil itu sedang menuju ke orbit yang mengelilingi matahari. Garis edarnya akan membawa mobil itu mendekati Planet Mars.
(wbs)
Berita Terkait
KSTI 2025 Resmi Ditutup,...
KSTI 2025 Resmi Ditutup, 48 Peta Jalan Prioritas Riset Nasional Siap Digarap
Cetak Ahli Farmasi Baru,...
Cetak Ahli Farmasi Baru, Berbagi Inovasi Sains Diperkuat
Peneliti Virginia Temukan...
Peneliti Virginia Temukan Sumber Energi Terbarukan
Konsep Student Mobility...
Konsep Student Mobility Langkah Ilmiah Gabungkan Sains dan Budaya
Sajikan Sains dari Sudut...
Sajikan Sains dari Sudut Berbeda, SINDO Media Kunjungi Menristek
Ilmuwan Temukan Cara...
Ilmuwan Temukan Cara Uji Sampel Covid-19 Secara Massal
Berita Terkini
Modernisasi Infrastruktur...
Modernisasi Infrastruktur TI Kunci Efisiensi dan Ketahanan Bisnis di Era Digital
2 jam yang lalu
iPhone 18 Pro Max Kapasitas...
iPhone 18 Pro Max Kapasitas Baterai Diklaim Jauh Melampaui Samsung S26 Ultra
3 jam yang lalu
Setelah GTA 6 Dijual...
Setelah GTA 6 Dijual Rp1,4 Juta, Game Lain Ikut-Ikutan Naik!
3 jam yang lalu
Eropa Kepanasan tapi...
Eropa Kepanasan tapi Tak Mau Pasang AC: Dilema Iklim yang Bunuh 250 Orang dalam Seminggu
4 jam yang lalu
Lewat Rural Youth AI...
Lewat Rural Youth AI Facilitator, Telkom Akselerasi Transformasi Digital UMKM di Wilayah 3T
5 jam yang lalu
Siapa Verena Siow, Sosok...
Siapa Verena Siow, Sosok Baru di Balik Strategi SAP untuk Asia Pasifik?
5 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved