Facebook Kuncurkan Dana Rp4,2 Triliun untuk Program Jurnalistik

Kamis, 17 Januari 2019 - 10:03 WIB
Facebook Kuncurkan Dana...
Facebook Kuncurkan Dana Rp4,2 Triliun untuk Program Jurnalistik
A A A
NEW YORK - Facebook hari ini mengumumkan akan menginvestasikan USD300 Juta (Rp4,2 trilun lebih) dalam berbagai proyek terkait jurnalistik, terutama dalam mempromosikan berita lokal yang menghadapi krisis karena kemajuan teknologi.

"Dalam tiga tahun, kami akan menginvestasikan USD 300 juta dalam program berita, mitra bisnis, dan konten," kata Campbell Brown, yang mengelola sebuah konter berita global.

Facebook berencana membuat fitur untuk produk berita berbasis langganan. Layanan tersebut meliputi pemasangan paywall yang akan memotong non-subscriber setelah pengguna mengakses 10 artikel. Oleh karenanya Facebook saat ini sedang mencari kandidat kantor berita untuk dijadikan mitranya.

Seperti dilansir dari Reuters, Facebook Inc (FB.O) sedang dalam pembicaraan awal dengan beberapa penerbit berita untuk kerha sama dengan situs media sosialnya dengan model bisnis langganan yang lebih baik, hal tersebut diungkapkan Campbell Brown, dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.

Pernyataan tersebut muncul sehari setelah TheStreet melaporkan bahwa Facebook berencana untuk meluncurkan produk berita berbasis berlangganan.

"Salah satu hal yang kami dengar di pertemuan awal kami dari banyak surat kabar dan penerbit digital adalah, ‘Kami menginginkan produk berlangganan - kami ingin dapat melihat papan iklan di Facebook.' Dan itu adalah sesuatu yang kita lakukan sekarang. Kami meluncurkan produk berlangganan," kata Brown

Seiring semakin banyaknya pembaca berita online, surat kabar telah mengalami penurunan jumlah pelanggan dan pendapatan iklan yang rendah. Hal ini mengakibatkan kontraksi industri yang dramatis. Penerbit surat kabar dan Associated Press telah lama menyalahkan Google dan situs agregasi berita lainnya karena kesengsaraan mereka.

Facebook berencana mulai menguji pendekatan meteran pada Oktober, mungkin akan dibangun di atas fitur trending topic. Gagasan tentang paywall telah berjalan beberapa saat dan ditujukan untuk menenangkan organisasi berita yang mengeluh memiliki sedikit kontrol atas artikel mereka di Facebook.

Misi Facebook ini tak jauh berbeda dengan pendekatan yang banyak dilakukan surat kabar Amerika Serikat (AS) terkait konten digital. Surat kabar seperti The New York Times, Washington Post, dan Los Angeles Time juga telah menetapkan rencana pembayaran yang terukur di mana pembaca memiliki akses ke sejumlah artikel gratis sebelum diundang untuk berlangganan.
(wbs)
Berita Terkait
Facebook Luncurkan Messenger...
Facebook Luncurkan Messenger Kids Dilebih dari 70 Negara
Diakusisi Facebook,...
Diakusisi Facebook, Meme Mark Zuckerberg Tak Akan Hilang
Mark Zuckerberg Kehilangan...
Mark Zuckerberg Kehilangan Rp100 Triliun akibat Aksi Boikot Iklan di Facebook
Facebook Uji Coba Face...
Facebook Uji Coba Face ID dan Touch ID pada Messenger
Facebook Rilis Reaction...
Facebook Rilis Reaction Care Sebagai Dukungan di Tengah Pandemi
Facebook Uji Integrasi...
Facebook Uji Integrasi Wikipedia ke Hasil Pencariannya
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
4 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
6 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
6 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
6 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
6 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
7 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved