Teknologi Blockchain Menjawab Transparansi Pasar Forex

Kamis, 20 Desember 2018 - 21:35 WIB
Teknologi Blockchain...
Teknologi Blockchain Menjawab Transparansi Pasar Forex
A A A
JAKARTA - Platform GICTrade.io menjadi solusi terbaik guna melindungi nasabah dalam bisnis forex secara online. Hal ini menyusul adanya situs broker forex tanpa lisensi yang dilarang di Indonesia baru-baru ini.

Kejadian ini pun membuat banyak kelompok trader yang menuntut tingkat transparansi yang lebih baik. Trader di Indonesia PUN mulai mendaftarkan diri pada platform GICTrade.io yang dibangun oleh Global Investa Capital (GIC).

Platform GIC memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyediakan transparansi kepada para penggunanya. Perusahaan yang berbasis di Singapura dan memiliki mitra lokal berlisensi ini tengah menjadi magnet bagi para trader lantaran adanya transparansi.

Ditambah GIC juga menawarkan aktivitas trading tanpa swap, tanpa komisi, dan spread yang rendah. Kunci menarik GIC lainnya adalah opsi di mana trader dapat dengan mudah berganti posisi menjadi marketmaker. Hal ini memberikan peluang baru bagi para pengguna untuk mendapatkan keuntungan dalam trading.

Secara tradisional, untuk menjadi marketmaker seseorang harus mendirikan sebuah perusahaan yang taat dengan beberapa persyaratan sulit. Dan tentunya mendapatkan persetujuan legal dari pemerintah.

Hal ini membatasi mayoritas pengguna. Solusi terobosan yang ditawarkan GIC juga membuka opsi bagi para trader di platform-nya.

Peter Tandean, CEO Global Investa Capital (GIC) melihat teknologi blockchain akan membawa revolusi pada industri pasar forex berjangka. Sama seperti dengan adanya internet, para trader dapat melakukan trading secara langsung dan instan melalui ponsel mereka.
“Dengan transparansi yang ditawarkan teknologi blockchain, masalah-masalah seperti slippage, margin calls, dan spread besar dapat dieliminasi untuk membuat platform trading yang adil dan terpercaya bagi para trader. Dan juga membuka bisnis model terobosan baru seperti kami,” kata Peter saat menggelar roadshow GIC di Jakarta, Kamis (20/12/2018).
Dikatakannya, banyak trader yang tidak secara penuh menyadari bahwa swap dan spread memiliki dampak yang signifikan terhadap profit yang bisa dihasilkan. “Solusi yang ditawarkan GIC sangat menarik karena transparansinya dan juga sekarang saya bisa berganti menjadi marketmaker ketika keadaan pasar lebih menguntungkan saat menjadi marketmaker,” ucap seorang trader yang hadir di acara tersebut.

Antusiasme juga ditunjukkan oleh beberapa pemimpin industri forex. GIC baru-baru ini mengumumkan bahwa Stephanus Paulus Lumintang, Presiden Jakarta Forex Exchange (JFX) telah bergabung bersama tim sebagai penasihat.

Sekadar informasi, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi telah melarang 72 situs forex untuk beroperasi. Hal ini dikarenakan mereka tidak memiliki lisensi.
(mim)
Berita Terkait
Tiga Rekomendasi Proyek...
Tiga Rekomendasi Proyek Crypto dan Blockchain di Bulan Oktober
VMware Umumkan Kehadiran...
VMware Umumkan Kehadiran Platform Blockchain Kelas Enterprise
Lewat Teknologi Kripto,...
Lewat Teknologi Kripto, Transfer Uang Indonesia-Malaysia Bebas Biaya
OKX Perluas Layanan...
OKX Perluas Layanan Perdagangan lewat Fitur Terintegrasi
Tether Gandeng SeaSeed...
Tether Gandeng SeaSeed Network Kembangkan Inovasi Blockchain
Teknologi Blockchain...
Teknologi Blockchain Kini Memperluas Ekosistemnya
Berita Terkini
Kontroversi Meletus...
Kontroversi Meletus antara Apple dan OpenAI, Apakah Itu?
2 jam yang lalu
Membawa Udara Bersih...
Membawa Udara Bersih ke Dalam Rumah, Bentuk Kepedulian Terbaik Saat Polusi Melanda
1 hari yang lalu
Berbasis Open Source,...
Berbasis Open Source, Equnix Dorong Ekosistem PostgreSQL
1 hari yang lalu
Membongkar Otak Rudal...
Membongkar Otak Rudal Barracuda-500M yang Supercerdas
2 hari yang lalu
Anak Muda Bingung Pilih...
Anak Muda Bingung Pilih Kripto atau Saham? Begini Kata Para Praktisi
2 hari yang lalu
Samsung dan Google Mulai...
Samsung dan Google Mulai Serang Apple dengan Fitur Ini
3 hari yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved