Waspadai China, Pemerintah Harus Dorong Anak Muda Cintai Sains

Minggu, 21 Oktober 2018 - 21:24 WIB
Waspadai China, Pemerintah...
Waspadai China, Pemerintah Harus Dorong Anak Muda Cintai Sains
A A A
JAKARTA - Science, technology, engineering, dan mathematics (STEM) adalah kunci untuk menguasai masa depan. Sayangnya, generasi muda Indonesia tak banyak yang menguasainya.

"Pemerintah perlu ekstrim untuk mengubah kebiasaan ini. Karena sains dan teknologi adalah kunci untuk menguasai dunia," kata Rektor Universitas Mercu Buana, Arissetyanto Nugroho kepada SINDOnews seusai mengikuti School of Future Leaders di Kampus UMB Jakarta, akhir pekan ini.

Dikatakan Arissetyanto, China harus dicontoh karena berhasil mendorong generasi mudanya mencintai STEM. Alhasil kini mereka bakal menjadi negara yang harus diperhitungkan di dunia, bahkan oleh Amerika Serikat (AS) sekalipun.

"Tadi dalam seminar Profesor Maman A Jauhari dari ITB mengungkapkan, pada awal 2000-an AS baru sadar bahwa mereka telah tertinggal dari China di sektor sains. Sebab alumni universitas yang tergolong STEM hanya 19%, sementara China 50%. Bagaimana dengan kita?" ungkap Rektor UMB.

Dengan komposisi alumni STEM mencapai 50%, maka China ke depan akan menjadi negara yang "menakutkan". "Sekarang China menguasai SDM karena jumlah penduduknya, ekonomi juga maju. Tinggal teknologi yang masih dikuasai AS. Saya yakin sebentar lagi mereka juga menguasai teknologi. Berbahaya jika sebuah negara sudah menguasai ketiganya," katanya mengingatkan.

Jepang, kata dia, menjadi negara maju karena pemudanya dikirim ke luar negeri untuk mempelajari teknologi. "Saat Restorasi Meiji mereka kirim anak mudanya ke AS dan Eropa. Jadi begitu berhasil, mereka mentransformasikan ilmunya dengan kultur Jepang dan mereka berhasil jadi negara maju," paparnya.

Nah yang dimaksudnya tindakan ektrim oleh pemerintah adalah dengan memberikan perhatian lebih kepada ilmu STEM. Misalnya memberikan beasiswa keluar negeri yang lebih memberikan kesempatan kepada peminat STEM.

"Bisa juga dengan mendorong perguruan tinggi negeri (PTN) fokus kepada STEM, ilmu hulu. Sedangkan ilmu hilir biarkan diserahkan kepada PTS. Pihak keluarga juga diminta membentuk anak-anaknya untuk mencintai sains, ilmu berhitung. Tidak menyerahkan sepenuhnya kepada anak," saran Arissetyanto.

Sementara itu, Prof Darwin Sebayang selaku Kepala Pusat Kerjasama Internasional dan Inovasi UMB mengatakan, kampusnya tengah membangun diri menjadi smart-university. Salah satunya dengan membangun aplikasi Mercubuana Innovation Center.

"Membangun universitas cerdas bukan hanya dengan peralatan serbabagus. Tapi juga membangun SDM-nya dan kami baru saja meluncurkan aplikasi Mercubuana Innovation Center guna mengembangkan ide-ide kreatif dari mahasiswa dan dosen," katanya.
(mim)
Berita Terkait
Jokowi Akui Infrastruktur...
Jokowi Akui Infrastruktur Kesehatan dan Pendidikan Buat Daya Saing Indonesia Lemah
Begini Cara Kemendiktisaintek...
Begini Cara Kemendiktisaintek Membumikan Sains dan Teknologi kepada Masyarakat
Inspirasi Teknologi...
Inspirasi Teknologi Agraria untuk Petani Muda Indonesia
Inovasi Teknologi Kanker...
Inovasi Teknologi Kanker Bermunculan, APBCS 2024 Digelar
Beton Kuat dan Ramah...
Beton Kuat dan Ramah Lingkungan Cetakan Printer 3D
5 Teknologi Kuno yang...
5 Teknologi Kuno yang Bikin Ilmuwan Melongo
Berita Terkini
Kamera iPhone 17 Pro...
Kamera iPhone 17 Pro Max vs Samsung Galaxy S26, Pilih Mana?
2 jam yang lalu
Kunci Konvensional Mulai...
Kunci Konvensional Mulai Ditinggalkan, Eazy Lock E1 dan Premium Lock L1 Jadi Standar Baru Keamanan Rumah
3 jam yang lalu
Meta Blokir Fungsi Kamera...
Meta Blokir Fungsi Kamera Kacamata Pintar Jika Lampu Privasi Terhalang
3 jam yang lalu
DeepSeek Siap Kembangkan...
DeepSeek Siap Kembangkan Chip AI Sendiri, Ini Bocorannya
6 jam yang lalu
Awas Kaget! Segini Bedanya...
Awas Kaget! Segini Bedanya Harga HP Spek Setara 3 Tahun Lalu vs Sekarang
7 jam yang lalu
Bandar Antariksa di...
Bandar Antariksa di Biak: Kenapa Papua Jadi Pilihan BRIN untuk Peluncuran Satelit?
8 jam yang lalu
Infografis
Siap Perang Lawan Korsel,...
Siap Perang Lawan Korsel, 1,4 Juta Anak Muda Korut Daftar Tentara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved