CEO Joel Flory Bajak Karyawan Nike

Selasa, 21 Agustus 2018 - 10:43 WIB
CEO Joel Flory Bajak...
CEO Joel Flory Bajak Karyawan Nike
A A A
Selain layanan, sumber daya manusia juga menjadi faktor penting dalam sebuah startup. Karena itu, sebagai CEO, Joel Flory tidak ragu untuk mencari sumber daya yang terbaik.

Salah satunya, mereka bulan lalu mengumumkan bahwa VSCO menggamit mantan eksekutif Nike Tesa Aragones untuk menjadi Chief Marketing Officer (CMO). Saat ini, perusahaan tersebut memang berupaya untuk membangun pertumbuhan yang signifikan terkait sistem berlangganan berbayarnya.

Joel mengumumkan hal tersebut lewat laman LinkedIn-nya. Ia mengaku tertarik dengan jabatan Aragones sebagai senior global brand marketing director di Nike Women’s Training dan creator dari aplikasi iOS Nike pertama. Sebelumnya, Aragones juga memimpin kampanye dari merek seperti Apple, Xbox, Volkswagen dan Bacardi.

Dan ini bukan yang pertama VSCO membajak eksekutif yang termasuk high profile. Sebelumnya, mereka juga merekrut Allison Swope sebagai VP product di April 2018. Sebelum bergabung dengan VSCO, Swope sendir menjadi product manager di Facebook.
Swope bertanggung jawab terhadap Facebook Live, serta membantu menumbuhkan platform Facebook Messenger mencapai 1,3 miliar pengguna. Apakah itu cukup? Tidka juga. Sebab, VSCO sedang mencari enginer untuk iOS dan Android, senior program manager untuk machine learning, serta VP product design. Ini menunjukkan bagaimana aplikasi tersebut ingin terus berubah dan berbenah.

Tumbuh Cepat

Keinginan untuk menambah staff ini bagian dari strategi VSCO untuk mengkapitalisasi sukses mereka mendapatkan profit lewat layanan berlangganan. VSCO X, yang menawarkan layanan editingdan filter bagi pengguna, juga tips dan trik fotografi hanya dengan USD20, diluncurkan pada Q1 2017.

Layanan tersebut ternyata mendapatkan banyak peminat. Flory menyebut dalam waktu setahun saja VSCO X telah mendapatkan 1 juta pengguna. Hal tersebut disebut Flory sangat menggembirakan.

”Pertumbuhan ini menjadi indikasi bahwa komunitas kami mendapatkan nilai dan manfaat dari apa yang sedang kami bangun,” ungkapnya.

Berbeda dengan Instagram, VSCO memang tidak menggunakan iklan dan menampilkan konten berbayar. Pengguna mereka lebih banyak berasal dari millennials yang lahir pada pertengahan 1990-an dan awal 2000-an. ”75 persen pengguna kami masih sangat muda,” ungkap Flory.
(don)
Berita Terkait
China Akan Melarang...
China Akan Melarang Anak-anak dan Remaja Main Internet pada Malam Hari
Anak-Anak Makin Sering...
Anak-Anak Makin Sering Gunakan Gawai, Orang Tua Harus Jadi 'Badan Sensor'
Jumlah Gadget dan Pengguna...
Jumlah Gadget dan Pengguna Internet Jadi Modal Indonesia Sambut Neobank
Kecanduan Internet termasuk...
Kecanduan Internet termasuk Gangguan Kejiwaan? Simak Faktanya
DPRD Jateng Usulkan...
DPRD Jateng Usulkan Tiap Siswa Peroleh Gadget dan Kuota Internet
MNC Peduli Gelar Pelatihan...
MNC Peduli Gelar Pelatihan Digital Pemanfaatan Gadget untuk Siswa SD dan MI di Boyolali
Berita Terkini
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
5 jam yang lalu
Dorong Transformasi...
Dorong Transformasi Berkelanjutan, TelkomGroup Resmi Gelar Culture Festival 2026
10 jam yang lalu
Perkuat Gerbang Digital...
Perkuat Gerbang Digital Indonesia, TelkomGroup, NDP, dan BW Digital Hadirkan Sistem Kabel Laut NCC
11 jam yang lalu
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
15 jam yang lalu
Eropa Luncurkan Perisai...
Eropa Luncurkan Perisai Udara yang Bakal Jadi Lawan Tangguh Drone
19 jam yang lalu
Bisa 15 Kali Hybrid...
Bisa 15 Kali Hybrid Zoom, Logitech Kenalkan Rally AI Camera
2 hari yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved