Takut Spionase, Pentagon Larang Tentara AS Beli Ponsel Huawei-ZTE

Kamis, 03 Mei 2018 - 18:01 WIB
Takut Spionase, Pentagon...
Takut Spionase, Pentagon Larang Tentara AS Beli Ponsel Huawei-ZTE
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) masih ngotot menuding perusahaan manufaktur Huawei dan ZTE memiliki hubungan dengan Pemerintah China. Melalui perangkat kedua perusahaan itu, mereka secara "berpasangan" memata-matai konsumen dan perusahaan AS.

Perang dagang dengan AS itu semakin keruh setelah ZTE ketahuan menjual barang dan jasa ke Iran dan Korea Utara. Pabrikan asal China itu pun dianggap berbohong dalam mematuhi hukuman Departemen Perdagangan.

Sekarang ZTE dilarang mengekspor produknya ke AS hingga Maret 2025. Dan minggu lalu, giliran Huawei yang sedang diselidiki karena melanggar sanksi AS terhadap Iran.

Pentagon pun telah mengeluarkan perintah, yakni perangkat Huawei dan ZTE tidak dapat dijual atau beredar di pangkalan militer AS di seluruh dunia. Mereka masih khawatir perangkat buatan dua perusahaan ini dapat menjadi ancaman terhadap keamanan nasional.

Huawei adalah produsen ponsel pintar terbesar ketiga secara global setelah Samsung dan Apple. Tetapi kehadirannya di AS agak lemah. ZTE, di sisi lain, adalah penjual telepon terbesar keempat di Amerika Serikat dan menyumbang 9,5% dari handset yang dikirim di AS.

Laman WSJ, Kamis (3/5/2018) melaporkan, Juru Bicara Pentagon, Mayor Militer Dave Eastburn mengatakan, militer tidak dapat mencegah anggota membeli ponsel Huawei atau ZTE di tempat lain dan menggunakannya sebagai smartphone pribadi mereka. Namun dia mengatakan bahwa personel militer "harus sadar akan risiko keamanan yang ditimbulkan oleh penggunaan" dari perangkat ini.

Mayor Eastburn mengatakan, Pentagon sedang melihat kemungkinan pelarangan secara militer atas pembelian dan penggunaan Huawei dan handset ZTE oleh mereka yang melayani negara itu. Pentagon khawatir bahwa pemerintah China akan dapat melacak lokasi tentara AS menggunakan ponsel Huawei dan ZTE.

Huawei sendiri sudah membantah perangkatnya digunakan dalam spionase. Perusahaan menyatakan bahwa itu adalah perusahaan milik karyawan yang tidak pernah diminta untuk memata-matai atau menyabot negara lain.
Sejauh ini, ZTE belum mengeluarkan komentar. Tahun lalu, 2.400 Huawei dan handset ZTE dijual oleh toko yang fokus pada tentara dan pelaut, di atau dekat pangkalan militer di AS dan luar negeri.
(mim)
Berita Terkait
Android 12 Mulai Digulirkan,...
Android 12 Mulai Digulirkan, Ponsel Mana Saja yang Pertama Kebagian?
Huawei Klaim Smartphone...
Huawei Klaim Smartphone akan Terus Menerima Pembaruan Android
ZTE Hadirkan Smartphone...
ZTE Hadirkan Smartphone dengan Fitur-fitur Cerdas
ZTE Ajukan Paten Smartphone...
ZTE Ajukan Paten Smartphone Layar Lipat, Tiga Lipatan Sekaligus
Tidak Ada Lagi Pembaruan...
Tidak Ada Lagi Pembaruan Android untuk Ponsel Huawei
FCC Resmi Sebut Huawei...
FCC Resmi Sebut Huawei dan ZTE Ancaman Bagi Keamanan AS, tapi...
Berita Terkini
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
9 jam yang lalu
Hadirkan Panggung Hiburan...
Hadirkan Panggung Hiburan dan Aksi Sosial, Truk SnackVideo 2026 Keliling Berbagai Daerah
14 jam yang lalu
BRIN Teliti Rafflesia...
BRIN Teliti Rafflesia Anambas yang Viral, Bunga Langka Jenis Baru?
14 jam yang lalu
RTX 5070Ti, OLED, dan...
RTX 5070Ti, OLED, dan Bola Sepak: Laptop Piala Dunia Buatan Lenovo Ini Harganya Rp62 Juta
15 jam yang lalu
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
17 jam yang lalu
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
21 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved