Miliki Akun Medsos, Jangan Kaget Jika Data Dicuri

Sabtu, 07 April 2018 - 14:23 WIB
Miliki Akun Medsos,...
Miliki Akun Medsos, Jangan Kaget Jika Data Dicuri
A A A
JAKARTA - Chairman Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama D Persadha mengatakan, pencurian data melalui media sosial (medsos) sebenarnya sudah lama terjadi. Bahkan, menurut dia, begitu seseorang menyerahkan datanya ke layanan media sosial, maka data tersebut rentan dicuri karena seluruhnya ditangani oleh pengelola media yang bersangkutan.

Pratama mengatakan, dari kasus kebocoran 87 juta data akun Facebook di seluruh dunia, bisa jadi data riilnya jauh lebih besar dari yang disebutkan pengelola medsos tersebut.

"Kalau kita lihat, dari 87 juta yang diakui Facebook dicuri itu bisa jadi hanya mengaku-aku saja. Mungkin saja semua data sudah dicuri, kita kan enggak tahu? Kita hanya bisa minta infomasi data mana yang kena (curi)," ujarnya dalam talkshow bertajuk "Maling Data Facebook" yang digelar MNC Trijaya FM di Jakarta, Sabtu (7/4/2018).

Menurut Pratama, pemerintah Indonesia tidak punya kekuatan apa-apa untuk tawar-menawar dalam hal ini. "Semua informasi penting untuk iklan politik, bahkan kalau akun tersebut milik pembuat kebijakan di Indonesia seperti pejabat, bahayanya minta ampun. Kesadaran pejabat rendah, bisa kasih informasi apapun ke medsos," katanya.

Karena itu, Pratama menegaskan, perlu ada undang-undang yang melindungi privasi pengguna medsos agar ke depan kejadian seperti pencurian data Facebook bisa dibawa ke ranah hukum. "UU perlindungan privasi harus ada, kita juga bisa tuntut Facebook atas berita hoax di medianya, pemerintah kita mau enggak lakukan itu?" cetusnya.

Di acara yang sama, Direktur Komunikasi dan Informasi Badan Intelijen Negara (BIN) Wawan Hari Purwanto mengatakan, penyadapan hingga pencurian data atau informasi saat ini makin mudah terjadi seiring akin berkembangnya teknologi satelit dan lainnya.

"Oleh karenanya misal data kita terlanjur ketarik, kita enggak usah gusar, sebenarnya semua datanya melesat canggih via satelit, bisa dilihat, apa sih yang enggak bisa dilihat," ujarnya.

Karena itu, BIN menyarankan agar pengguna medsos lebih bijak dalam mengunggah informasi, khususnya yang bersifat rahasia agar tidak dimasukkan ke media sosial. Wawan menjelaskan, setiap orang bisa menjaga data pribadinya dengan cara tidak membicarakan hal-hal yang bersifat rahasia melalui media sosial. Media sosial, tegas dia, sebaiknya hanya untuk mempertukarkan informasi biasa atau terbatas saja.

"Jadi begini, selama enggak bicarakan yang rahasia dan sangat rahasia, mereka hanya dapat pepesan kosong, tapi kalau itu dibicarakan bahaya," pungkasnya.
(fjo)
Berita Terkait
Pengguna 3 Sosial Media...
Pengguna 3 Sosial Media Ini Diminta untuk Hati-hati saat Login
Facebook Hapus Ratusan...
Facebook Hapus Ratusan Akun Palsu Anti Iran
Dianggap Mengekspos...
Dianggap Mengekspos Data Pengguna, Irlandia Beri Sanksi Meta
10 Aplikasi yang Mengeruk...
10 Aplikasi yang Mengeruk Data Pengguna
Bisa Intip Data Pengguna...
Bisa Intip Data Pengguna Medsos Lain, Meta Dituntut Jual Giphy
Facebook Akuisisi Startup...
Facebook Akuisisi Startup Layanan Pelanggan 'Kustomer'
Berita Terkini
Samsung Bentuk Divisi...
Samsung Bentuk Divisi Robotika Khusus Mempercepat Strategi AI
36 menit yang lalu
Mengancam Bumi, China...
Mengancam Bumi, China Siap Pindahkan Asteroid 2015 XF261
11 jam yang lalu
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
12 jam yang lalu
Teknologi Deteksi Deepfake...
Teknologi Deteksi Deepfake Nvidia Mencapai Akurasi 94%
1 hari yang lalu
Motorola Razr Fold Diluncurkan,...
Motorola Razr Fold Diluncurkan, Lipatan Smartphone Tidak Terlihat
1 hari yang lalu
Bug Windows 11 Terdeteksi...
Bug Windows 11 Terdeteksi Menguras Penyimpanan SSD Pengguna hingga 70GB
1 hari yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved