Digugat Konsumen, Ternyata Apple Pernah Kalah di Pengadilan

Kamis, 29 Maret 2018 - 21:01 WIB
Digugat Konsumen, Ternyata...
Digugat Konsumen, Ternyata Apple Pernah Kalah di Pengadilan
A A A
CUPERTINO - Kasus Apple yang mengakali baterai pada iPhone lama ternyata terus berlanjut di meja hijau. Seperti diketahui, pada Desember lalu Apple mengakui telah memperlambat kinerja iPhone dalam upayanya untuk mencegah handset yang bisa mati secara tiba-tiba.

Fitur yang diklaim pabrikan berbasis di Cupertino, Amerika Serikat itu berfungsi menjaga kerja perangkat akibat baterai lama atau rusak tak diterima publik. Tindakan itu langsung mematik amarah konsumennya.

Dilansir dari The Wall Street Journal, Kamis (29/3/2018), sejak kejadian itu ada 59 kasus yang telah diajukan guna menyeret Apple ke pengadilan. Dan hampir lima lusin kasus mungkin segera bergabung menjadi satu gugatan class action di Atlanta, Georgia, AS.

Sebagian besar tuntutan hukum tersebut menuduh Apple memaksa penjualan perangkat baru melalui pelambatan pada iPhone yang lebih lama. Secara logis, hal itu masuk akal karena pemblokiran biasanya terjadi setelah pembaruan iOS.

Kalau Anda melihat iPhone baru saja diperbarui dan menjadi lebih lambat, maka kemungkinan besar akan mempertimbangkan membeli perangkat yang baru. Sebaliknya, pernyataan resmi Apple mengenai saga menjelaskan, bahwa perlambatan disebabkan karena penyesuaian kinerja dinamis yang diperkenalkan di iOS 10.2.1 -yang bertujuan mencegah ponsel mati dadakan.

Namun pengguna yang terkena dampak akan meminta kompensasi dalam bentuk biaya pengacara, penghargaan keuangan, dan penggantian baterai gratis untuk iPhone-nya. Jika gugatan class action terjadi, itu akan menjadi salah satu masalah hukum terbesar yang pernah dihadapi Apple.

Sekadar informasi, pada 2010 Apple harus membela diri terhadap gugatan 20-an kasus karena masalah iPhone 4. Masalahnya ialah melemahkan sinyal pada iPhone ketika dipegang dengan cara tertentu.

Gugatan itu dijuluki "Antennagate". Hasilnya, pengadilan memerintahkan Apple membayar kompensasi kepada pengguna yang terkena dampak sebesar USD15.
(mim)
Berita Terkait
Pakai iOS 18, Baterai...
Pakai iOS 18, Baterai iPhone 15 Pro Max Makin Tahan Lama
Terungkap, Kapasitas...
Terungkap, Kapasitas Baterai Keluarga iPhone 13 Baru
Apple Sebut Menutup...
Apple Sebut Menutup Aplikasi Menyebabkan Baterai iPhone Cepat Habis
iOS 14 Sudah Diadopsi...
iOS 14 Sudah Diadopsi 26,82% Pengguna iPhone
Fortnite Bakal Kembali...
Fortnite Bakal Kembali ke iOS via Cloud Gaming Nvidia
5 Setting yang Harus...
5 Setting yang Harus Disesuaikan untuk Pengguna iPhone dengan iOS 15, Gampang Banget!
Berita Terkini
PBB Menyerukan Penguatan...
PBB Menyerukan Penguatan Tata Kelola Kecerdasan Buatan
4 jam yang lalu
Ilmuwan Klaim Berhasil...
Ilmuwan Klaim Berhasil Menghitung Waktu Akhir Kehidupan Bumi
5 jam yang lalu
Mengapa Orbit Bumi Berputar...
Mengapa Orbit Bumi Berputar Tak Terkendali? Ternyata Ini Penyebabnya
9 jam yang lalu
Video Prototipe Project...
Video Prototipe Project Aion Ungkap Konsep Sistem Operasi AI Microsoft
14 jam yang lalu
Cdidel Sandy Harianto:...
Cdidel Sandy Harianto: dari Iseng Nonton Live Streaming, Kini Jadi Idola Pemain Car Driving Indonesia
1 hari yang lalu
Percepat Transformasi,...
Percepat Transformasi, Telkom Sukses Tuntaskan Restrukturisasi 10 Entitas Bisnis
1 hari yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved