Huawei Sanggup Melakukan Apa yang Tak Bisa Dilakukan Samsung
Rabu, 28 Maret 2018 - 16:02 WIB
Huawei Sanggup Melakukan Apa yang Tak Bisa Dilakukan Samsung
A
A
A
BEIJING - Huawei Mate RS dari seri Porsche Design baru saja dikenalkan. Banyak fitur unik dan pengalaman pertama yang bisa dirasakan oleh penggunanya, selain harganya yang mencapai Rp35 juta per unit.
Secara teknologi, baru ponsel ini yang membenamkan triple kamera 40 MP RGB + 20 MP mono + 8 MP tele kamera. Belum lagi menyandang predikat sebagai ponsel pertama berkapasitas 512 GB memori bawaan.
Huawei Mate RS juga merupakan ponsel pertama dengan mikrokapsul PCM untuk pendinginan yang menyerap panas dan membuat perangkat menjadi "cair". Ponsel ini pula yang menyandang teknologi pertama dengan dua pemindai jari, baik di balik display maupun di bodi belakangnya. (Baca juga: Huawei Pecahkan Rekor Harga Smartphone Termahal di Dunia )
Laman Phone Arena, Rabu (28/3/2018) menilai, Huawei hanya melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Samsung saat ini. Pemindai jari di layar sebelumnya hanya dijadikan konsep saat hajatan Mobile World Congress (MWC) 2018. Tapi hanya dalam hitungan kurang dari satu bulan, smartphone tersebut sudah diproduksi massal.
Kehebatan lainnya adalah layar OLED-nya beresolusi tinggi. Sesuatu yang menurut laporan masih diperjuangkan oleh Samsung dalam satu tahun terakhir. Bahkan hal itu belum diterapkan di Galaxy S9.
Samsung Note 9 sendiri masih pikir-pikir dalam menerapkan pemindai sidik jari di layar. Alasan teknologinya mahal, menantang, atau tidak dapat bekerja dengan pelindung layar dikemukakan.
Semoga Samsung mengirim Note 9 dengan gebrakan teknologi yang lebih update. Tak seperti duo Galaxy S9 yang dianggap tak memberikan banyak penyegaran teknologi bagi pemiliknya.
Secara teknologi, baru ponsel ini yang membenamkan triple kamera 40 MP RGB + 20 MP mono + 8 MP tele kamera. Belum lagi menyandang predikat sebagai ponsel pertama berkapasitas 512 GB memori bawaan.
Huawei Mate RS juga merupakan ponsel pertama dengan mikrokapsul PCM untuk pendinginan yang menyerap panas dan membuat perangkat menjadi "cair". Ponsel ini pula yang menyandang teknologi pertama dengan dua pemindai jari, baik di balik display maupun di bodi belakangnya. (Baca juga: Huawei Pecahkan Rekor Harga Smartphone Termahal di Dunia )
Laman Phone Arena, Rabu (28/3/2018) menilai, Huawei hanya melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh Samsung saat ini. Pemindai jari di layar sebelumnya hanya dijadikan konsep saat hajatan Mobile World Congress (MWC) 2018. Tapi hanya dalam hitungan kurang dari satu bulan, smartphone tersebut sudah diproduksi massal.
Kehebatan lainnya adalah layar OLED-nya beresolusi tinggi. Sesuatu yang menurut laporan masih diperjuangkan oleh Samsung dalam satu tahun terakhir. Bahkan hal itu belum diterapkan di Galaxy S9.
Samsung Note 9 sendiri masih pikir-pikir dalam menerapkan pemindai sidik jari di layar. Alasan teknologinya mahal, menantang, atau tidak dapat bekerja dengan pelindung layar dikemukakan.
Semoga Samsung mengirim Note 9 dengan gebrakan teknologi yang lebih update. Tak seperti duo Galaxy S9 yang dianggap tak memberikan banyak penyegaran teknologi bagi pemiliknya.
(mim)