CEO Google Akui Artificial Intelligence Ancam Banyak Pekerjaan

Senin, 22 Januari 2018 - 19:25 WIB
CEO Google Akui Artificial...
CEO Google Akui Artificial Intelligence Ancam Banyak Pekerjaan
A A A
MOUNTAIN VIEW - Banyak raksasa teknologi yang tengah mengembangkan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan untuk diterapkan di berbagai sektor kehidupan. Hal ini pun langsung menimbulkan pro-kontra di tengah masyarakat.

Ada kekhawatiran bahwa AI akan mengambil alih peran manusia, sehingga pada akhirnya bisa membahayakan kehidupan. Namun kecerdasan buatan adalah perkembangan teknologi yang harus diadopsi, karena bisa digunakan untuk membantu kehidupan manusia lebih baik lagi.

Bos Tesla, perusahaan mobil listrik pertama di dunia, Elon Musk adalah satu di antara orang yang percaya dengan kekhawatiran dari dampak negatif AI. Dia menilai Artificial Intelligence merupakan sesuatu yang mengkhawatirkan karena melihat kecerdasan buatan bisa menjadi ancaman bagi publik secara keseluruhan.

Lebih tegas dikatakan, kecerdasan buatan kelak bisa menghancurkan manusia jika tidak bisa lagi dikontrol perusahaan teknologi. Musk berpendapat, umat manusia memiliki kesempatan yang kecil untuk "selamat" jika kecerdasan buatan bisa menguasai dunia.

"Mungkin cuma ada 10% saja kesempatan manusia bisa menciptakan teknologi kecerdasan buatan yang aman," ungkap Musk baru-baru ini.

Tetapi hal berbeda disampaikan CEO Google, Sundar Pichai. Saat wawancara dengan televisi beberapa hari lalu, dia mengatakan, AI adalah salah satu hal terpenting yang sedang dikerjakan manusia. "AI dapat membantu manusia menemukan obat kanker, atau solusi untuk masalah perubahan iklim di dunia," kata Sundar Pinchai seperti disitat Phone Arena, Senin (22/1/2018).

Disinggung dampak teknologi terhadap pekerjaan, Sundar Pichai mengakui bahwa beberapa orang memang diharuskan khawatir karena bisa tersaingi. Namun secara umum, dunia memang perlu menerima perubahan tersebut.

Tahun lalu, chipset A11 Bionic Apple dan Huawei's Kirin 970 SoC menampilkan prosesor AI yang terpasang tepat di komponennya. Dia menegaskan, manfaat kecerdasan buatan sebenarnya bagi konsumen bukan menghancurkan bumi.

Dia mencontohkan, pada Apple iPhone X, Neural Processing Unit (NPU) yang memiliki kecerdasan buatan membuat perangkat itu bisa memiliki fitur Face ID dan Animoji. Pada seri Huawei P10, NPU juga membantu mengotomatisasi pengaturan kamera dan memungkinkan fitur penerjemah Bing berfungsi secara offline.

Lebih lanjut dikatakan, sejauh menyangkut dampak AI masih sangat dini untuk disampaikan. Terlebih banyak perusahaan seperti Samsung yang tengah merancang AI untuk dibenamkan di chip-nya. Dengan NPU ini pula jumlah fitur yang dimiliki sebuah smartphone akan berlipat ganda.
(mim)
Berita Terkait
Google Berencana Tanam...
Google Berencana Tanam Mesin Pencarinya dengan Teknologi AI
Fokus Kembangkan Teknologi...
Fokus Kembangkan Teknologi AI, Google Bentuk Tim DeepMind
Gemini 2.5 Pro Teknologi...
Gemini 2.5 Pro Teknologi AI Terbaik yang Diklaim Bantu Pekerjaan Manusia
Produktivitas Meningkat...
Produktivitas Meningkat hingga 70% dengan AI di Smartphone
Peluncuran IM3 Platinum...
Peluncuran IM3 Platinum dengan Kecanggihan Teknologi Artificial Intelligence (AI)
Teknologi Generative...
Teknologi Generative AI Hadirkan Banyak Ide Baru
Berita Terkini
Sam Altman Akui Salah...
Sam Altman Akui Salah Prediksinya Soal AI Ancam Pekerjaan
14 jam yang lalu
Awali 2026 dengan Kinerja...
Awali 2026 dengan Kinerja Solid, Telkom Buktikan Komitmen Disiplin Operasional
15 jam yang lalu
Jepang Siap Bangun Kapal...
Jepang Siap Bangun Kapal Perang Super Terbesar dalam Sejarah
1 hari yang lalu
MacBook Neo: Apple Mulai...
MacBook Neo: Apple Mulai Serius Incar Mahasiswa Indonesia dengan Laptop Rp9 Jutaan
1 hari yang lalu
Pengguna Facebook dan...
Pengguna Facebook dan Instagram Perlu Memperhatikan Hal Ini
1 hari yang lalu
Idul Adha dan Teror...
Idul Adha dan Teror Data: Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?
1 hari yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved