Aplikasi Ini Masih Dapat Digunakan saat Daya Baterai Sekarat
Senin, 22 Januari 2018 - 13:29 WIB
Aplikasi Ini Masih Dapat Digunakan saat Daya Baterai Sekarat
A
A
A
JAKARTA - Daya tahan baterai menjadi kebutuhan utama pengguna smartphone. Sebab dengan ponsel aktif, pengguna dapat beraktivitas sesuai kebutuhannya.
Belum lama ini developer (pengembang) aplikasi asal Belgia, Dries Depoorter menciptakan sesuatu yang unik. Dia membangun sebuah aplikasi bernama Die With Me yang bisa digunakan dalam kondisi tertentu.
Dilansir dari Vice, Senin (22/1/2018), Die With Me merupakan aplikasi pengirim pesan yang hanya bisa dibuka dan digunakan saat baterai ponsel sekarat atau tersisa 5%. Hanya dalam aplikasi ini, Anda cuma bisa berbicara dengan pengguna lainnya di dalam sebuah grup chat yang baterai ponselnya juga lemah.
Anda hanya bisa chatting dengan orang yang belum Anda kenal, bahka cuma bisa mengirim teks, tanpa foto atau video sama sekali. Bila melihat fungsinya, aplikasi tersebut dapat membantu kita saat dalam keadaan medesak. Misalnya bisa memberi kabar kepada orang terdekat di mana lokasi terakhir kita berada.
Namun di sisi lain, aplikasi ini juga bisa menimbulkan bahaya bagi si pengguna. Sebab pengguna hanya bisa mengirim pesan ke orang yang tidak dikenal. Kita tentu tidak tahu apakah teman chat benar orang baik yang dapat membantu atau justru sindikat penjahat yang memanfaatkan aplikasi ini.
Ide aplikasi itu pertama kali diperkenalkan dalam ajang The International Documentary Film Festival Amsterdam. Saat itu developer Die With Me membuat versi beta dan diuji coba pada para pengunjung acara tersebut.
Belum lama ini developer (pengembang) aplikasi asal Belgia, Dries Depoorter menciptakan sesuatu yang unik. Dia membangun sebuah aplikasi bernama Die With Me yang bisa digunakan dalam kondisi tertentu.
Dilansir dari Vice, Senin (22/1/2018), Die With Me merupakan aplikasi pengirim pesan yang hanya bisa dibuka dan digunakan saat baterai ponsel sekarat atau tersisa 5%. Hanya dalam aplikasi ini, Anda cuma bisa berbicara dengan pengguna lainnya di dalam sebuah grup chat yang baterai ponselnya juga lemah.
Anda hanya bisa chatting dengan orang yang belum Anda kenal, bahka cuma bisa mengirim teks, tanpa foto atau video sama sekali. Bila melihat fungsinya, aplikasi tersebut dapat membantu kita saat dalam keadaan medesak. Misalnya bisa memberi kabar kepada orang terdekat di mana lokasi terakhir kita berada.
Namun di sisi lain, aplikasi ini juga bisa menimbulkan bahaya bagi si pengguna. Sebab pengguna hanya bisa mengirim pesan ke orang yang tidak dikenal. Kita tentu tidak tahu apakah teman chat benar orang baik yang dapat membantu atau justru sindikat penjahat yang memanfaatkan aplikasi ini.
Ide aplikasi itu pertama kali diperkenalkan dalam ajang The International Documentary Film Festival Amsterdam. Saat itu developer Die With Me membuat versi beta dan diuji coba pada para pengunjung acara tersebut.
(mim)