Diklaim Bisa Hidupkan Mayat, Teknologi Keabadian Diperkenalkan di CES 2018

Jum'at, 12 Januari 2018 - 00:08 WIB
Diklaim Bisa Hidupkan...
Diklaim Bisa Hidupkan Mayat, Teknologi Keabadian Diperkenalkan di CES 2018
A A A
CALIFORNIA - Panggung International Consumer Electronics Show (CES) 2018 sebagai wahana memperkenalkan teknologi kekinian untuk memperkenalkan berbagai fungsi dan desain robot serta Artificial Intelligence (AI) di ajang yang digelar 9-12 Januari 2018 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Seperti dilansir dari Dailymail, Dalam ajang tersebut, ada salah satu stand yang para pesertanya pameran berpakaian putih menjual teknologi keabadian.

Kabar tentang adanya teknologi keabadian bukanlah hal yang baru, teknik proses pembekuan mayat yang bertujuan agar sel-sel hidup pada jenazah tidak rusak dan kelak bisa dihidupkan kembali.

Diklaim Bisa Hidupkan Mayat, Teknologi Keabadian Diperkenalkan di CES 2018


Teknik ini disebut cryonic. Penemunya ialah Robert Ettinger, seorang ilmuwan dan veteran perang asal Amerika. Bukan baru-baru ini, Robert telah mendirikan sebuah yayasan bernama Cryonic Institute sejak tahun 1976.

Meskipun banyak kalangan yang skeptis terhadap gerakan ini, nyatanya dari tahun ke tahun jumlah anggota ini terus meningkat. Saat ini jumlah anggotanya telah mencapai 900-an orang yang tersebar di seluruh dunia.

Penemunya sendiri telah meninggal dunia pada 2011 silam dan menjadi pasien ke-106 yang memanfaatkan teknologi ini. Robert meninggal pada usia 92 tahun, yaitu pada tanggal 23 Juli 2011. Jenazahnya langsung diproses beberapa menit setelah dinyatakan meninggal dengan diberi lapisan es. Lalu jaringan tubuhnya diisi dengan senyawa tertentu dan dibekukan dengan nitrogen cair. Lalu jenazah Robert dimasukkan dalam peti khusus yang dinamai cryostat untuk menjaganya agar tetap berada di bawah titik beku.

Menariknya, sebagian anggota Cronic Institute justru hanya ingin mengawetkan binatang peliharaannya seperti anjing dan kucing. Hingga kini, yayasan itu telah membekukan 64 mayat binatang peliharaan. Sedangkan untuk jenazah manusia, Robert jadi yang ke-106. Orang pertama yang berhasil diawetkan lewat teknologi ini adalah Dr. James Bredford, seorang profesor fisika dari University of California. Bredford dibekukan pada tahun 1967 sesuai dengan surat wasiatnya, dimana dia juga meninggalkan sejumlah uang untuk membiayai prosedur kontroversial ini.

Menurut data terakhir di tahun 2014, ada 250 orang mati yang telah diawetkan lewat cryonic dan ada 1500 orang yang telah mendaftar untuk dibekukan setelah secara resmi dinyatakan meninggal. Sampa saat ini ada 4 fasilitas pembekuan cryonic di seluruh dunia, 3 terletak di Amerika Serikat dan 1 di Rusia.
(wbs)
Berita Terkait
Takut Omicron, Microsoft...
Takut Omicron, Microsoft Batal Hadiri CES 2022 di Las Vegas
Mencoba Peruntungan...
Mencoba Peruntungan Baru, Alya Nurshabrina Luncurkan Fall Into Place
Super Blue Blood Moon...
Super Blue Blood Moon 2018, Gerhana Bulan Terindah Sepanjang Sejarah yang Sangat Jarang Terjadi
Bos Samsung Beberkan...
Bos Samsung Beberkan Strategi Baru Perusahaan di 2022
Jadi Bioskop Berjalan,...
Jadi Bioskop Berjalan, BMW Hadirkan Layar 31 Inci Buat Penumpang
Keren! Teknologi Baru...
Keren! Teknologi Baru Ini Memungkinkan Komputer Bisa Menyala dalam Air
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
5 jam yang lalu
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
7 jam yang lalu
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
8 jam yang lalu
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
16 jam yang lalu
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
17 jam yang lalu
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
17 jam yang lalu
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved