Gara-gara Baterai, AS dan Prancis Selidiki Manajemen Apple

Kamis, 11 Januari 2018 - 19:01 WIB
Gara-gara Baterai, AS...
Gara-gara Baterai, AS dan Prancis Selidiki Manajemen Apple
A A A
PARIS - Apple mengawali tahun 2018 dengan beragam masalah. Permintaan maaf dan pemangkasan harga baterai baru tak cukup membendung persoalan Apple yang dengan sengaja memperlambat kinerja iPhone terdahulu milik konsumennya.

Dua hari lalu kelompok konsumen pemerhati kecurangan produk di Prancis mengadakan penyelidikan atas Apple terkait penanganan masalah baterai di iPhone. Hari ini, Apple menghadapi investigasi dari Senat Amerika Serikat sehubungan masalah yang sama.

The Wall Street Journal, seperti yang dikutip oleh laman Mac Rumors, Rabu (10/1/2018), menuliskan, Senator John Thune, Ketua Komite Perdagangan, telah mengirim sebuah surat kepada CEO Apple Tim Cook. Dia mengajukan serangkaian pertanyaan tentang bagaimana perusahaan tersebut memutuskan untuk "mencekik" kinerja pemrosesan daya di iPhone seri 6 ke atas dengan alasan baterai lama.

The Wall Street Journal yang mengklaim melihat salinan surat tersebut melaporkan, Thune menanyakan bagaimana Apple melacak keluhan pelanggan tentang kinerja pemrosesan? Pertanyaan selanjutnya, apakah Apple mencari pelanggannya yang telah membeli baterai baru sebelum kebijakan diskon harga?

Lebih lanjut dia mengatakan, keputusan Apple menawarkan penggantian baterai dengan harga rendah justru mendorong kritik lebih lanjut dari pelanggan. Pengguna iPhone lebih percaya seharusnya Apple menawarkan penggantian baterai secara gratis.

Selain surat senator, harian ini juga telah mendapat konfirmasi resmi dari Kantor Jaksa Paris. Mereka mengakui tengah mengawasi penyelidikan atas dugaan penipuan Apple. Penyelidikan sedang dilakukan oleh kelompok kecurangan konsumen Prancis, DGCCRF, yang merupakan bagian dari kementerian ekonomi negara tersebut.

Penyelidikan yang bisa berujung sanksi itu dilakukan pascapengakuan Apple yang memperlambat beberapa seri iPhone dengan baterai terdegradasi. Apple sendiri memperkenalkan fitur manajemen daya di IOS 10.2.1 setelah keluhan tentang matinya perangkat secara tidak terduga di iPhone 6.

Sayangnya raksasa teknologi asal AS itu tidak menjelaskan kepada konsumen bahwa hal itu disebabkan oleh kerusakan baterai. Apple juga tidak menginformasikan kepada pelanggan bahwa masalahnya dapat menyebabkan sesekali iPhone mati.

Selain penyelidikan di Prancis, Apple sekarang menghadapi lebih dari 24 tuntutan hukum yang menuduhnya sengaja memperlambat iPhone yang lebih lama. Mereka juga dianggap gagal untuk mengungkapkan perubahan yang diperkenalkannya di iOS 10.2.1.

Salah satu tuntutan hukum tersebut juga berasal dari Prancis. Tuntutan diajukan oleh kelompok konsumen Prancis "HOP".
(mim)
Berita Terkait
Apple Sebut Menutup...
Apple Sebut Menutup Aplikasi Menyebabkan Baterai iPhone Cepat Habis
Terungkap, Kapasitas...
Terungkap, Kapasitas Baterai Keluarga iPhone 13 Baru
Ini Bocoran Harga Empat...
Ini Bocoran Harga Empat Varian iPhone 12, Mulai dari Rp 9 jutaan
7 Cara Merawat Baterai...
7 Cara Merawat Baterai iPhone dengan Benar, Kenali dan Pahami
Daftar Harga iPhone...
Daftar Harga iPhone Agustus 2024 dari Semua Model
Kemenperin: iPhone 17,...
Kemenperin: iPhone 17, Siap Dijual di Indonesia dalam Waktu Dekat
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
1 hari yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
1 hari yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
1 hari yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
1 hari yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
1 hari yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
1 hari yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved