Produsen China Pangkas Produksi Smartphone Lebih dari 10%
Rabu, 20 Desember 2017 - 11:00 WIB
Produsen China Pangkas Produksi Smartphone Lebih dari 10%
A
A
A
BEIJING - Tahun ini menjadi masa emasnya pabrikan smartphone asal China. Meski berhasil menaikkan penjualan, pada 2018 mereka justru menurunkan pemesanan produksi ponsel hingga 10% lebih.
Dilansir dari laman Gizmo China, menurunnya permintaan produksi dipicu turunnya permintaan dunia terhadap smartphone. Hanya laman itu tak menyebutkan berapa jumlah penurunan permintaan ponsel pintar yang terjadi tahun ini.
Sekadar informasi, popularitas produsen smartphone asal China telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, Xiaomi berhasil menurunkan Samsung dari posisi nomor satu di India.
Huawei sendiri saat ini merupakan produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, bahkan bersiap merebut posisi kedua dari Apple. Oppo dan Vivo juga berada di antara para pembuat smartphone papan atas di dunia.
Mereka memang memiliki kinerja yang luar biasa tahun ini, tapi sumber pasokan mengklaim bahwa Huawei, Oppo, dan Vivo menurunkan pesanannya mereka lebih dari 10%. Alasannya, permintaan smartphone baru di seluruh dunia menurun dan ini mengakibatkan akumulasi persediaan.
Hanya Xiaomi tampaknya yang tidak terpengaruh oleh perlambatan ini karena masih menjual ponselnya secara online dan offline dengan agresif. Yang jelas tahun depan India yang memiliki 300 juta pengguna smartphone akan menjadi pasar yang menarik. Kondisi inilah yang membuat Xiaomi ingin memperluas keunggulannya di sana.
Untuk mendongkrak penjualan di 2018, Huawei dan Xiaomi diperkirakan berupaya meningkatkan pangsa pasarnya di Amerika Serikat (AS). Upaya itu direalisasikan Huawei melalui operator AS, seperti AT & T dan Verizon pada kuartal I 2018. (Baca juga: Huawei-Xiaomi Rayu Operator Telepon untuk Rambah Pasar AS )
Dilansir dari laman Gizmo China, menurunnya permintaan produksi dipicu turunnya permintaan dunia terhadap smartphone. Hanya laman itu tak menyebutkan berapa jumlah penurunan permintaan ponsel pintar yang terjadi tahun ini.
Sekadar informasi, popularitas produsen smartphone asal China telah meningkat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, Xiaomi berhasil menurunkan Samsung dari posisi nomor satu di India.
Huawei sendiri saat ini merupakan produsen smartphone terbesar ketiga di dunia, bahkan bersiap merebut posisi kedua dari Apple. Oppo dan Vivo juga berada di antara para pembuat smartphone papan atas di dunia.
Mereka memang memiliki kinerja yang luar biasa tahun ini, tapi sumber pasokan mengklaim bahwa Huawei, Oppo, dan Vivo menurunkan pesanannya mereka lebih dari 10%. Alasannya, permintaan smartphone baru di seluruh dunia menurun dan ini mengakibatkan akumulasi persediaan.
Hanya Xiaomi tampaknya yang tidak terpengaruh oleh perlambatan ini karena masih menjual ponselnya secara online dan offline dengan agresif. Yang jelas tahun depan India yang memiliki 300 juta pengguna smartphone akan menjadi pasar yang menarik. Kondisi inilah yang membuat Xiaomi ingin memperluas keunggulannya di sana.
Untuk mendongkrak penjualan di 2018, Huawei dan Xiaomi diperkirakan berupaya meningkatkan pangsa pasarnya di Amerika Serikat (AS). Upaya itu direalisasikan Huawei melalui operator AS, seperti AT & T dan Verizon pada kuartal I 2018. (Baca juga: Huawei-Xiaomi Rayu Operator Telepon untuk Rambah Pasar AS )
(mim)