Infrastruktur Indonesia Belum Siap Sambut Era Digital

Selasa, 31 Oktober 2017 - 14:29 WIB
Infrastruktur Indonesia...
Infrastruktur Indonesia Belum Siap Sambut Era Digital
A A A
JAKARTA - Institute Development of Economic and Finance (Indef) menyatakan, revolusi digital saat ini semakin masif. Sayangnya, hal tersebut tidak didukung oleh kesiapan infrastruktur di Indonesia.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira mengungkapkan, kesiapan Indonesia dalam menghadapi era digital masih jauh di bawah negara lain di lingkungan ASEAN. Bahkan, Indonesia masih jauh di bawah Malaysia dan Singapura.

"Mau pakai ukuran apapun, kita masih di posisi yang paling bawah. Bahkan dari negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Singapura," katanya dalam bincang santai dengan media di Kompleks Widya Chandra, Jakarta, Senin (30/10/2017).

Dia menyebutkan, saat ini kesiapan regulasi Indonesia dalam menyambut era digital masih di peringkat 60-an dibanding negara lain di dunia. Sementara kesiapan pengusaha menyambut era tersebut justru pada peringkat 30-an dunia.

"Jadi ini membuktikan antara regulasi belum siap, dan bisnisnya justru lebih siap untuk beradaptasi. Adaptasi dari masyarakatnya pun lebih tinggi," simpulnya.

Menurutnya, Indonesia masih menghadapi masalah dalam kesiapan jaringan internet. Saat ini, rasio elektrifiaksi masih belum 100%. Artinya jaringan internet belum sampai hingga ke wilayah terluar.

"Kemudian kecepatan regulasi mengantisipasi bisnis digital itu dengan performa industrinya itu lebih cepat industrinya," sesalnya.

Tak hanya itu, sistem pembayaran untuk e-commere masih menggunakan kartu. Padahal penggunaan kartu tidak efisien dan membutuhkan investasi yang mahal.

"Sementara di negara lain itu sudah tidak pakai kartu, tapi pakai HP untuk sistem pembayaran. Di China juga sudah pakai Alipay. Indonesia ini paling tertinggal. Kita kesiapan sistem pembayarannya belum siap," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Chairman & CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo (HT) menilai ada dua elemen penting yang harus segera dilakukan pemerintah dalam perkembangan digital. Dua elemen tersebut yakni, infrastruktur internet dan aplikasi.

HT mengungkapkan, infrastruktur internet harus dikembangkan secara masif karena akan mempercepat kemajuan ekonomi bagi semua lapisan diseluruh daerah. "Aplikasi, konten, servis harus diatur, jangan sampai aplikasi, konten dan servis mengganggu sektor lain secara signifikan. Khususnya yang menghidupi rakyat banyak," kata HT, Sabtu (28/10/2017).
(mim)
Berita Terkait
Bye-bye Periscope, Aplikasi...
Bye-bye Periscope, Aplikasi Ditutup Mulai Hari ini
Fitur Lebih Kompleks...
Fitur Lebih Kompleks untuk Proyek Alexandria dan Babylon
Kelola SDM Lewat Digital,...
Kelola SDM Lewat Digital, Vara Kucurkan Dana Segar
Potensi Ekonomi Digital...
Potensi Ekonomi Digital RI Tembus Rp4.531 T, Internet Berkualitas Urgen
Potensi Ekonomi Digital...
Potensi Ekonomi Digital Capai Rp4.500 Triliun, Tapi Pekerjaan Rumah Masih Banyak
Dapat Lampu Hijau dari...
Dapat Lampu Hijau dari SWI, Vtube 3.0 Siap Meluncur
Berita Terkini
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
11 jam yang lalu
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
13 jam yang lalu
Kehilangan Kendali,...
Kehilangan Kendali, Anthropic Usulkan Hentikan Sementara Pengembangan AI
13 jam yang lalu
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
13 jam yang lalu
Luncurkan AIcosystem,...
Luncurkan AIcosystem, Telkom Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
13 jam yang lalu
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
14 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved