Apjatel Keluhkan Biaya Pipa Jaringan Bawah Tanah di DKI

Senin, 16 Oktober 2017 - 18:45 WIB
loading...
Apjatel Keluhkan Biaya Pipa Jaringan Bawah Tanah di DKI
Apjatel Keluhkan Biaya Pipa Jaringan Bawah Tanah di DKI
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penataan kawasan pejalan kaki atau pedestrian. Salah satu yang ditertibkan adalah kabel-kabel telekomunikasi maupun listrik yang tergantung di tiang-tiang sepanjang trotoar atau jalan umum.

Para pemilik kabel diberi waktu memindahkan kabel-kabel tersebut hingga akhir 2017. Bila melewati masa deadline, maka kabel-kabel yang mengganggu keindahan kota itu akan diputus.

Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) mendukung keputusan tersebut. Namun mereka meminta perhatian Pemprov DKI agar tidak sepihak memaksa para penyelenggara jaringan telekomunikasi untuk menggunakan saluran (ducting) yang telah disediakan oleh para kontraktor yang direkomendasikan.

Apjatel menilai harga yang ditetapkan di atas batas kewajaran sehingga meresahkan penyelenggaraan jaringan telekomunikasi. “Kontraktor yang direkomendasikan oleh Pemprov DKI membebani biaya penggantian pipa senilai Rp70 juta per kilometer,” ungkap Lukman Adjam, Ketua Apjatel kepada SINDOnews melalui aplikasi WhatsApp, Senin (16/10/2017).

Diakuinya pada awal tahun Apjatel diundang Pemprov DKI terkait rencana penertiban kabel yang berseliweran di udara. Anggotanya pun setuju dengan rencana ini.

Sayangnya, keluh Lukman, saat menunggu teknis dari pelaksanaannya seperti apa ternyata operator diminta mengisi pipa yang sudah dikerjakan kontraktor. Yang mengagetkan biaya penggantiannya di luar kewajaran.



“Kalau kita kerjakan bersama ada sharing cost, sehingga biayanya bisa ditekan hingga Rp25 juta per kilometer,” ucapnya.

Sekadar informasi, Pemprov DKI memaksa seluruh operator serta penyedia jaringan listrik untuk bersama-sama memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan berupa box manholes dengan dimensi lebar 1,5 meter, panjang 1,8 meter, dan kedalaman 2,3 meter.

“Lobang disediakan per 25 meter sebagai pusat maintenance dari perusahaan-perusahaan telekomunikasi dan listrik. Nantinya di lubang itulah pekerja melakukan aktivitasnya,” ujarnya seraya mengataan, penghubung antarlubang adalah saluran pipa yang ditawarkan kontraktor.
halaman ke-1
preload video
Komentar Anda
TEKNO UPDATE