DPR Tegaskan Uji Publik KPI Tak Bisa Jadi Acuan

Senin, 15 Februari 2016 - 16:42 WIB
DPR Tegaskan Uji Publik...
DPR Tegaskan Uji Publik KPI Tak Bisa Jadi Acuan
A A A
JAKARTA - Komisi I DPR RI menyatakan polemik uji publik yang dilakukan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) terkait perpanjangan Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) Induk Televisi Berjaringan, sudah menemui titik terang. DPR berharap izin penyiaran 10 TV swasta segera diselesaikan karena uji publik tidak bisa menjadi acuan dalam perpanjangan.

"Soal uji publik KPI, saya rasa sudah tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Sebab kita komisi I juga sudah menjabarkan secara gamblang kepada Menteri Teleomunikasi dan Informatika (Kominfo) pada saat rapat, bahwa uji publik yang dilakukan KPI tidak bisa dijadikan acuan untuk memberi perpanjangan Izin," ujar Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PDIP Evita Nursanty, saat dihubungi Sindonews, Senin (15/2/2016).

Menurutnya, masalah ini tidak boleh tidak dibuat berlarut-larut. Sebab yang dilakukan KPI kemarin juga sudah jelas tidak mendasar.

Dilansir dari Okezone, KPI sendiri telah memberikan sinyal untuk mengeluarkan izin kepada 10 stasiun swasta dengan alasan agar tidak terjadi polemik yang berlarut-larut.

"Kita paham televisi di belakangnya juga banyak karyawan yang kerja di sana," ujar Komisioner KPI, Sujarwanto Rahmat M Arifin, Kamis (11/2/2016).

Sujarwanto menambahkan, saat ini KPI hanya ingin semua TV di Indonesia menjadi profesional dan taat kepada Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Sehinga, publik akan menikmati tayangan televisi yang berkualitas. "Tetapi kita kan punya spirit bersama bahwa TV kita harus lebih baik dari kemarin," katanya.

KPI mencatat ada 10 stasiun televisi swasta yang akan habis masa izinnya pada 2016, yakni RCTI, TPI, GlobalTV, SCTV, Antv, Indosiar, TV One, MetroTV, TransTV, dan Trans7.

Baca juga:

DPR: KPI Tak Memiliki Landasan Hukum Jelas Lakukan Uji Publik

Uji Publik KPI Harus Ada Metodologi dan Aturan Jelas

Polemik Uji Publik KPI, DPR Desak Menkominfo Bersikap Tegas
(dmd)
Berita Terkait
Kapolda Papua Barat...
Kapolda Papua Barat Ingatkan Pentingnya Eksistensi Budaya Lokal di Era Disrupsi
KPI Sebut Jeda Pembahasan...
KPI Sebut Jeda Pembahasan RUU Penyiaran Pupuskan Harapan Masyarakat Penyiaran
Anugerah KPI 2023, Ratusan...
Anugerah KPI 2023, Ratusan Program TV dan Radio Dinilai Puluhan Juri
DPR Dorong Penguatan...
DPR Dorong Penguatan Regulasi dan Fungsi Sosial Penyiaran
Penting! Ini Hasil Riset...
Penting! Ini Hasil Riset Para Pakar tentang Kualitas Tayangan Televisi di Indonesia
Anugerah KPI 2023 Angkat...
Anugerah KPI 2023 Angkat Isu Harmoni Lingkungan lewat Lembaga Penyiaran
Berita Terkini
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
2 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
10 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
11 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
15 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
15 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
16 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved