Menkominfo Dorong Kehadiran Ratusan Technopreneur Baru Setiap Tahun
Rabu, 13 Januari 2016 - 09:54 WIB
Menkominfo Dorong Kehadiran Ratusan Technopreneur Baru Setiap Tahun
A
A
A
JAKARTA - Ingin mencetak technopreneur muda, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara butuhkan dana USD6-7 juta atau sekitar Rp83 miliaran per tahun. Pasalnya, Menteri 'Kabinet Kerja' Jokowi tersebut ingin hasilkan 200 technopreneur baru setiap tahun.
Hal tersebut disampaikan Menkominfo Rudiantara. "Guna mewujudkan 200 technopreneur per tahun memang tidak sedikit, sekitar 6-7 juta dolar. Tapi nanti kita akan ajak patungan sektor lainnya seperti dari swasta atau pelaku e-commerce yang sudah sukses. Sebab manfaat dari hal ini kita semua yang akan merasakan, bukan Pemerintah saja," ucapnya di Jakarta, Selasa (12/1/2016).
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rudiantara mengatakan, perlu ada sekitar 8.000 orang yang tertarik untuk mengikuti seminar-seminar atau talkshow mengenai technopreneur. Dari jumlah tersebut pasti akan menyusut, setelah memasuki tahap workshop sampai hackathon, hingga akhirnya didapatkan 200 startup baru.
Tetapi, untuk membuat suasana talkshow semakin menarik, harus dihadirkan pembicara yang berkualitas seperti para technopreneur yang telah sukses.
"Untuk meningkatkan aktifitas e-commerce di Indonesia, kita harus mampu melahirkan 200 technopreneur baru setiap tahunnya. Bila hal tersebut berhasil, maka diharapkan e-commerce dapat menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia,” ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa(13/1/2016).
Pada 2020 nanti, diharapkan value dari e-commerce Indonesia minimal USD130 miliar atau kisaran Rp1.800 triliunan. Dalam mencapainya perlu ada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Hal tersebut disampaikan Menkominfo Rudiantara. "Guna mewujudkan 200 technopreneur per tahun memang tidak sedikit, sekitar 6-7 juta dolar. Tapi nanti kita akan ajak patungan sektor lainnya seperti dari swasta atau pelaku e-commerce yang sudah sukses. Sebab manfaat dari hal ini kita semua yang akan merasakan, bukan Pemerintah saja," ucapnya di Jakarta, Selasa (12/1/2016).
Untuk mewujudkan hal tersebut, Rudiantara mengatakan, perlu ada sekitar 8.000 orang yang tertarik untuk mengikuti seminar-seminar atau talkshow mengenai technopreneur. Dari jumlah tersebut pasti akan menyusut, setelah memasuki tahap workshop sampai hackathon, hingga akhirnya didapatkan 200 startup baru.
Tetapi, untuk membuat suasana talkshow semakin menarik, harus dihadirkan pembicara yang berkualitas seperti para technopreneur yang telah sukses.
"Untuk meningkatkan aktifitas e-commerce di Indonesia, kita harus mampu melahirkan 200 technopreneur baru setiap tahunnya. Bila hal tersebut berhasil, maka diharapkan e-commerce dapat menjadi pendorong ekonomi digital di Indonesia,” ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa(13/1/2016).
Pada 2020 nanti, diharapkan value dari e-commerce Indonesia minimal USD130 miliar atau kisaran Rp1.800 triliunan. Dalam mencapainya perlu ada peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
(dyt)