Startup Lokal Butuh Peran Aktif Pemerintah untuk Berkembang
Jum'at, 08 Januari 2016 - 19:24 WIB
Startup Lokal Butuh Peran Aktif Pemerintah untuk Berkembang
A
A
A
JAKARTA - Indonesia sebenarnya memiliki peluang untuk dapat bersaing dari segi konten dan juga aplikasi. Tidak dapat dipungkiri, saat ini mulai banyak startup yang membangun konten maupun aplikasi yang bersifat informatif dan mengedukasi.
Namun masih minimnya dukungan Pemerintah, membuat para startup sulit berkembang ataupun bersaing dengan konten asing.
"Sebenarnya, kalau untuk ajang-ajang kompetisi untuk konten lokal sih, sudah banyak tapi mentok sampai pengumuman pemenang saja belum ada kelanjutannya jadi masih sebatas lomba tahunan. Kita mengharapkan adanya sosialisasi dari Pemerintah untuk para konten lokal sebab kalau disosialisasikan oleh Pemerintah pasti akan lebih cepat," ujar Chief Executive Officer (CEO), Dimas Anugerah Wicaksono, saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/1/2016)
Dia menambahkan, Pemerintah juga harus ikut berperan aktif agar konten ataupun aplikasi lokal dapat lebih cepat maju. Sebab sangat disayangkan pasar Indonesia yang begitu besar justru dikuasai asing dan menguntungkan asing.
Terdapat beberapa konten lokal ataupun aplikasi di Indonesia yang mulai mampu bersaing di tengah gencarnya serangan konten asing. Semisal, aplikasi Duel Otak yang saat ini telah banyak digunakan karena memang bersifat informatif dan edukatif.
Namun tanpa kita sadari sebenarnya masih banyak aplikasi maupun konten serupa yang sebenarnya mampu bersaing dan butuh dorongan Pemerintah untuk dapat berkembang. Bahkan, ajang-ajang pencarian pengembang berbakat terus meningkat di setiap tahunnya. "Disinilah butuh peran aktif Pemerintah agar para start-up mampu bersaing ditengah serbuan konten ataupun aplikasi asing," tegas Dimas.
Namun masih minimnya dukungan Pemerintah, membuat para startup sulit berkembang ataupun bersaing dengan konten asing.
"Sebenarnya, kalau untuk ajang-ajang kompetisi untuk konten lokal sih, sudah banyak tapi mentok sampai pengumuman pemenang saja belum ada kelanjutannya jadi masih sebatas lomba tahunan. Kita mengharapkan adanya sosialisasi dari Pemerintah untuk para konten lokal sebab kalau disosialisasikan oleh Pemerintah pasti akan lebih cepat," ujar Chief Executive Officer (CEO), Dimas Anugerah Wicaksono, saat dihubungi Sindonews, Jumat (8/1/2016)
Dia menambahkan, Pemerintah juga harus ikut berperan aktif agar konten ataupun aplikasi lokal dapat lebih cepat maju. Sebab sangat disayangkan pasar Indonesia yang begitu besar justru dikuasai asing dan menguntungkan asing.
Terdapat beberapa konten lokal ataupun aplikasi di Indonesia yang mulai mampu bersaing di tengah gencarnya serangan konten asing. Semisal, aplikasi Duel Otak yang saat ini telah banyak digunakan karena memang bersifat informatif dan edukatif.
Namun tanpa kita sadari sebenarnya masih banyak aplikasi maupun konten serupa yang sebenarnya mampu bersaing dan butuh dorongan Pemerintah untuk dapat berkembang. Bahkan, ajang-ajang pencarian pengembang berbakat terus meningkat di setiap tahunnya. "Disinilah butuh peran aktif Pemerintah agar para start-up mampu bersaing ditengah serbuan konten ataupun aplikasi asing," tegas Dimas.
(dyt)