Matahari Memesona saat Terbenam di Bumi, Bagaimana Dilihat dari Planet Lain?
Minggu, 12 Juli 2020 - 23:16 WIB
loading...
Matahari tenggelam di bawah cakrawala dalam pemandangan panorama menakjubkan yang ditangkap oleh penjelajah Spirit Mars NASA pada 2005. Foto/NASA
A
A
A
CALIFORNIA - Langit tampak memerah indah layaknya mawar merekah saat Matahari terbenam di ufuk Timur di Bumi . Tapi tahukah Anda warna apa yang muncul ketika Matahari terbenam di planet lain di tata surya? (Baca juga: Mau Terbang ke Ruang Angkasa? Siapkan Kocek Anda hingga Rp497 Miliar )
Jawabannya tergantung pada planetnya. Di Mars, Matahari datang dan pergi dengan cahaya biru. Di Uranus, langit bertransisi dari biru ke pirus aat Matahari terbenam, menurut NASA. Dan di Titan, salah satu bulan Saturnus, langit berubah dari kuning menjadi oranye dan cokelat saat Matahari terbenam di bawah cakrawala.
Dilansir dari Space.com, warna Matahari terbenam tidak seragam karena sebagian besar rona ini adalah produk dari atmosfer setiap planet. Selain itu, warnanya juga dipengaruhi bagaimana partikel di dalamnya menyebarkan sinar Matahari, menurut Kurt Ehler, seorang profesor matematika di Truckee Community College di Reno, Nevada.
Dia adalah penulis makalah jurnal Applied Optics yang menyelidiki mengapa Matahari terbenam Mars tampak biru. "Ini rumit," kata Ehler pada Live Science.
"Setiap orang memiliki dugaan sebelumnya bahwa mekanisme (untuk matahari terbenam) adalah replikasi dari apa yang kita lihat di Bumi. Tapi bukan itu masalahnya," paparnya.
Di Bumi, atmosfer terdiri dari molekul gas kecil, sebagian besar nitrogen dan oksigen, yang lebih efektif dalam hamburan -menyerap dan memancarkan kembali ke arah yangberbeda-cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti biru dan ungu, lebih lama dari itu, panjang gelombang merah.
Jawabannya tergantung pada planetnya. Di Mars, Matahari datang dan pergi dengan cahaya biru. Di Uranus, langit bertransisi dari biru ke pirus aat Matahari terbenam, menurut NASA. Dan di Titan, salah satu bulan Saturnus, langit berubah dari kuning menjadi oranye dan cokelat saat Matahari terbenam di bawah cakrawala.
Dilansir dari Space.com, warna Matahari terbenam tidak seragam karena sebagian besar rona ini adalah produk dari atmosfer setiap planet. Selain itu, warnanya juga dipengaruhi bagaimana partikel di dalamnya menyebarkan sinar Matahari, menurut Kurt Ehler, seorang profesor matematika di Truckee Community College di Reno, Nevada.
Dia adalah penulis makalah jurnal Applied Optics yang menyelidiki mengapa Matahari terbenam Mars tampak biru. "Ini rumit," kata Ehler pada Live Science.
"Setiap orang memiliki dugaan sebelumnya bahwa mekanisme (untuk matahari terbenam) adalah replikasi dari apa yang kita lihat di Bumi. Tapi bukan itu masalahnya," paparnya.
Di Bumi, atmosfer terdiri dari molekul gas kecil, sebagian besar nitrogen dan oksigen, yang lebih efektif dalam hamburan -menyerap dan memancarkan kembali ke arah yangberbeda-cahaya dengan panjang gelombang pendek, seperti biru dan ungu, lebih lama dari itu, panjang gelombang merah.
Lihat Juga :