Ubah Kebijakan Lama, Twitter Kembali Menerima Iklan Politik
Rabu, 04 Januari 2023 - 08:54 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mengumumkan perubahan tersebut, Twitter berjanji untuk membagikan lebih banyak detail terkait kebijakan iklan politik, yang saat ini masih dibahas. Tidak ada penjelasan mengapa Twitter melakukan perubahan atau seberapa luas perubahan itu.
Baca juga; Lagi, Pabrikan Otomotif Dunia Boikot Iklan di Twitter karena Elon Musk
Laman Verge mengatakan belum menerima perincian dari Twitter soal iklan politik, apalagi perusahaan itu telah membubarkan kantor pers sejak dipegang Elon Musk. Menurut halaman Twitter, iklan memiliki batasan tertentu, mereka terbatas pada “geo, kata kunci, dan penargetan minat”, misalnya, dan tidak boleh “memiliki tujuan utama untuk mendorong hasil politik, yudisial, legislatif, atau peraturan”.
![Ubah Kebijakan Lama, Twitter Kembali Menerima Iklan Politik]()
Twitter menjelaskan perubahan kebijakan tersebut dengan mengatakan bahwa “iklan berbasis politik dapat memfasilitasi percakapan publik seputar topik penting”. Tidak jelas apakah aturan tersebut akan dilonggarkan di tempat lain selain AS di masa mendatang.
Secara lebih luas, Twitter mengatakan akan "menyelaraskan" kebijakan periklanannya "dengan kebijakan TV dan media lainnya". Twitter juga mengatakan bahwa perubahan apa pun, tetap dilakukan dengan peninjauan dan pendekatan untuk melindungi para pengguna.
Baca juga; Lagi, Pabrikan Otomotif Dunia Boikot Iklan di Twitter karena Elon Musk
Laman Verge mengatakan belum menerima perincian dari Twitter soal iklan politik, apalagi perusahaan itu telah membubarkan kantor pers sejak dipegang Elon Musk. Menurut halaman Twitter, iklan memiliki batasan tertentu, mereka terbatas pada “geo, kata kunci, dan penargetan minat”, misalnya, dan tidak boleh “memiliki tujuan utama untuk mendorong hasil politik, yudisial, legislatif, atau peraturan”.

Twitter menjelaskan perubahan kebijakan tersebut dengan mengatakan bahwa “iklan berbasis politik dapat memfasilitasi percakapan publik seputar topik penting”. Tidak jelas apakah aturan tersebut akan dilonggarkan di tempat lain selain AS di masa mendatang.
Secara lebih luas, Twitter mengatakan akan "menyelaraskan" kebijakan periklanannya "dengan kebijakan TV dan media lainnya". Twitter juga mengatakan bahwa perubahan apa pun, tetap dilakukan dengan peninjauan dan pendekatan untuk melindungi para pengguna.
(wib)
Lihat Juga :