Popularitas Mastodon Meledak, Pengguna Aktif Mencapai 2,5 Juta
Selasa, 20 Desember 2022 - 19:51 WIB
loading...
Popularitas platform media sosial terdesentralisasi Mastodon semakin meledak. Foto/cnet
A
A
A
WASHINGTON - Popularitas platform media sosial terdesentralisasi Mastodon semakin meledak. Pendiri dan pengembang utama Marodon, Eugen Rochko, basis pengguna Mastodon melonjak dari 300.000 pengguna aktif bulanan menjadi 2,5 juta antara bulan Oktober dan November 2022.
Rochko mengatakan bahwa perangkat lunak sumber terbuka dan gratis Mastodon memungkinkan siapa saja untuk menjalankan platform media sosial sepenuhnya. Pengguna dapat membangun infrastruktur sendiri dan di bawah kendali mereka sendiri.
“Di Mastodon, kami percaya bahwa tidak harus ada perantara antara Anda dan audiens Anda. Jurnalis dan lembaga pemerintah khususnya tidak harus bergantung pada platform pribadi untuk menjangkau publik,” katanya dikutip SINDOnews dari laman neowin, Selasa (20/12/2022).
Baca juga; Platform Media Sosial Mastodon Gaet 300.000 Pengguna Baru yang Pindah dari Twitter
Rochko juga menyinggung soal larangan berbagi tautan ke Mastodon. Pekan lalu, akun Twitter Mastodon ditangguhkan setelah membagikan tautan ke akun Mastodon @ElonJet yang baru terdaftar.
Bersamaan dengan itu, akun Twitter dari beberapa jurnalis yang dituduh Elon Musk memposting "lokasi real-time yang tepat" juga ditangguhkan. Mastodon bahkan menerima laporan yang mengatakan bahwa pengguna tidak dapat men-tweet tautan ke server Mastodon mana pun, termasuk yang tidak terkait dengan akun @ElonJet.
“Ini adalah pengingat yang jelas bahwa platform terpusat dapat memaksakan batasan yang sewenang-wenang dan tidak adil pada apa yang bisa dan tidak bisa Anda katakan sambil menyandera grafik sosial Anda," kata Rochko.
Rochko mengatakan bahwa perangkat lunak sumber terbuka dan gratis Mastodon memungkinkan siapa saja untuk menjalankan platform media sosial sepenuhnya. Pengguna dapat membangun infrastruktur sendiri dan di bawah kendali mereka sendiri.
“Di Mastodon, kami percaya bahwa tidak harus ada perantara antara Anda dan audiens Anda. Jurnalis dan lembaga pemerintah khususnya tidak harus bergantung pada platform pribadi untuk menjangkau publik,” katanya dikutip SINDOnews dari laman neowin, Selasa (20/12/2022).
Baca juga; Platform Media Sosial Mastodon Gaet 300.000 Pengguna Baru yang Pindah dari Twitter
Rochko juga menyinggung soal larangan berbagi tautan ke Mastodon. Pekan lalu, akun Twitter Mastodon ditangguhkan setelah membagikan tautan ke akun Mastodon @ElonJet yang baru terdaftar.
Bersamaan dengan itu, akun Twitter dari beberapa jurnalis yang dituduh Elon Musk memposting "lokasi real-time yang tepat" juga ditangguhkan. Mastodon bahkan menerima laporan yang mengatakan bahwa pengguna tidak dapat men-tweet tautan ke server Mastodon mana pun, termasuk yang tidak terkait dengan akun @ElonJet.
“Ini adalah pengingat yang jelas bahwa platform terpusat dapat memaksakan batasan yang sewenang-wenang dan tidak adil pada apa yang bisa dan tidak bisa Anda katakan sambil menyandera grafik sosial Anda," kata Rochko.
Lihat Juga :