Udang Kecebong Triops Makhluk Hidup Tertua, Bertahan 250 Juta Tahun dengan Berevolusi

Selasa, 13 Desember 2022 - 18:39 WIB
loading...
Udang Kecebong Triops...
Meskipun bentuk mereka terlihat sama, penelitian DNA yang diterbitkan sejak 2010 mengungkapkan bahwa udang kecebong Triops tidak pernah berhenti berevolusi. Foto/Aquariumnexus
A A A
WASHINGTON - Triops cancriformis atau udang kecebong Triops dianugerahi gelar makhluk hidup tertua oleh Rekor Dunia Guinness pada November 2010. Fosil menunjukkan bahwa krustasea seperti udang lapis baja ini sudah ada sejak periode Trias 251,9 juta hingga 201,3 juta tahun lalu.

Udang kecebong Triops memiliki tubuh seperti sekop, yang sangat cocok untuk menggali di dasar kolam yang mereka huni. Desainnya bekerja dengan sangat baik sehingga mereka bertahan selama ratusan juta tahun.

Meskipun bentuk mereka terlihat sama, penelitian DNA yang diterbitkan sejak 2010 mengungkapkan bahwa udang kecebong Triops tidak pernah berhenti berevolusi. Mereka menciptakan perbedaan antar spesies sepanjang waktu.

Ada juga beberapa spesies yang hidup hari ini, tidak berubah selama jutaan tahun. Mungkin yang paling terkenal adalah sekelompok ikan laut dalam yang disebut coelacanth yang disebut "fosil hidup".

Baca juga; Penelitian Terbaru Ungkap Hewan Laut Tertua

Para peneliti pertama kali menemukan fosil coelacanth pada tahun 1800-an dan mengira mereka telah punah pada akhir periode Cretaceous 66 juta tahun yang lalu. Namun, pada tahun 1938, para nelayan menangkap coelacanth hidup di lepas pantai Afrika Selatan. Ikan purba ini berusia lebih dari 400 juta tahun, tetapi masih ada yang hidup dan ditangkap nelayan.

Ternyata spesies coelacanth yang berenang di lautan saat ini tidak sama dengan spesies coelacanth yang menjadi fosil, yang benar-benar telah punah. Sebuah studi tahun 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Marine Biology menunjukkan bahwa spesies hidup ini muncul dalam 20 juta hingga 30 juta tahun terakhir.

Hal yang sama juga berlaku untuk garis keturunan kepiting tapal kuda kuno, yang membentang sekitar 480 juta tahun lalu. Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Molecular Phylogenetics and Evolution menemukan bahwa kelompok tertua kepiting tapal kuda Asia yang disebut Tachypleus baru muncul sekitar 25 juta tahun yang lalu.

Ahli biologi belum selesai menguraikan sejarah evolusi semua hewan hidup dan tidak akan ada jawaban pasti untuk misteri ini. Namun, udang kecebong, coelacanth, dan kepiting tapal kuda semuanya memberi tahu kita bahwa organisme yang tampaknya paling stabil pun selalu berubah.

Baca juga; 5 Hewan Purba Laut Tertua yang Masih Ada, Nomor 5 Lebih Tua dari Dinosaurus

"Saya tidak berpikir ada bukti bahwa satu spesies pun telah ada selama lebih dari beberapa juta tahun," kata Africa Gomez, seorang ahli biologi evolusi di University of Hull dan penulis senior studi udang kecebong Triops 2013, kepada Live Science.
Udang Kecebong Triops Makhluk Hidup Tertua, Bertahan 250 Juta Tahun dengan Berevolusi


Studi yang dimuat majalah American Scientist mencatatan fosil menunjukkan bahwa spesies biasanya bertahan antara 500.000 tahun dan 3 juta tahun sebelum mereka mati karena kepunahan. Terlebih lagi, faktor lingkungan dapat memengaruhi berapa lama hewan bertahan hidup.

“Predator berevolusi, mangsa berevolusi, pesaing berevolusi, dan pesaing lain berevolusi. Jika tidak bisa bermigrasi ke tempat lain dengan habitat yang sama, dia akan punah," kata Scott Lidgard, kurator emeritus fosil invertebrata di Field Museum di Chicago, kepada Live Science.

Karena perubahan itu konstan, Gomez tidak menganggap hewan apa pun sebagai fosil hidup karena istilah tersebut memberi kesan bahwa hewan berhenti berevolusi. Sebaliknya, Lidgard berpendapat bahwa "fosil hidup" dapat digunakan sebagai istilah umum untuk mempelajari organisme dengan atribut tertentu, seperti laju perubahan evolusioner yang lambat.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gurita Dilatih Bermain...
Gurita Dilatih Bermain Piano dan Berhasil, Berikut Aksinya
Evolusi Manusia Masih...
Evolusi Manusia Masih Terjadi, dan Inilah Buktinya
Bagaimana Mata Bunglon...
Bagaimana Mata Bunglon Bisa Berputar saat Berburu Mangsa, Ini Jawabannya
Simpanse Diklaim Mempunyai...
Simpanse Diklaim Mempunyai Ketrampilan Berbicara seperti Manusia
Babak Baru Tambak Udang...
Babak Baru Tambak Udang Rakyat: Mampukah Aquarev Jadi Jawaban Tanpa Mengulang Dosa Startup Raksasa?
Penduduk Tibet Tunjukkan...
Penduduk Tibet Tunjukkan Bagaimana Manusia Berevolusi hingga Saat Ini
Prabowo Panen Raya Udang...
Prabowo Panen Raya Udang Vaname Seluas 100 Hektare di Kebumen
11 Miliarder Paling...
11 Miliarder Paling Aneh di Dunia, Salah Satunya Tak Punya Rumah karena Selalu Berkeliling Dunia
Demi Kesejahteraan Hewan,...
Demi Kesejahteraan Hewan, Inggris Larang Warganya Rebus Lobster dan Kepiting Hidup-Hidup
Rekomendasi
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Siomay hingga Bakso...
Siomay hingga Bakso Ternyata Tinggi Garam, Menkes Ingatkan Risiko Hipertensi
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved