Pesawat Pengebom Siluman B-21 Raider Diluncurkan, Mampu Bawa Bom Nuklir
Sabtu, 03 Desember 2022 - 06:43 WIB
loading...
A
A
A
Masih banyak yang tidak diketahui tentang kemampuan pengebom B-21, namun ada beberapa detail yang dirilis ke publik sebelum peluncurannya. Menurut lembar fakta Northrop Grumman yang dirilis pada 29 November 2022, pengebom B-21 akan menampilkan "kemampuan jaringan canggih", yang akan dapat berkoordinasi dan berkomunikasi dengan aset lain termasuk satelit.
Ini termasuk komunikasi dengan stasiun darat dan pesawat lain, bahkan menyertakan "wingman drones" jarak jauh tanpa awak yang dirancang khusus untuk pengebom B-21. Fitur paling revolusioner dari B-21 Raider kemungkinan adalah kemampuan silumannya.
Teknologi siluman adalah salah satu yang paling sensitif dan diklasifikasikan dalam gudang senjata militer AS. Jadi tidak banyak yang diketahui tentang sistem siluman yang tepat yang akan dimiliki oleh pengebom B-21 Raider.
Baca juga; China Siap Luncurkan Pengebom Siluman Xian H-20, Mirip B-2 Spirit AS
Sebagian besar kecanggihan B-21 datang dalam bentuk perangkat lunak yang digunakan baik di pesawat itu sendiri maupun dalam proses pembuatannya. Pembuatnya menggambarkannya sebagai "pengebom digital" karena sebagian besar desain dan pembuatannya dilakukan menggunakan "kembaran digital" berbasis perangkat lunak untuk membantu mengurangi biaya produksi.
Ini termasuk komunikasi dengan stasiun darat dan pesawat lain, bahkan menyertakan "wingman drones" jarak jauh tanpa awak yang dirancang khusus untuk pengebom B-21. Fitur paling revolusioner dari B-21 Raider kemungkinan adalah kemampuan silumannya.
Teknologi siluman adalah salah satu yang paling sensitif dan diklasifikasikan dalam gudang senjata militer AS. Jadi tidak banyak yang diketahui tentang sistem siluman yang tepat yang akan dimiliki oleh pengebom B-21 Raider.
Baca juga; China Siap Luncurkan Pengebom Siluman Xian H-20, Mirip B-2 Spirit AS
Sebagian besar kecanggihan B-21 datang dalam bentuk perangkat lunak yang digunakan baik di pesawat itu sendiri maupun dalam proses pembuatannya. Pembuatnya menggambarkannya sebagai "pengebom digital" karena sebagian besar desain dan pembuatannya dilakukan menggunakan "kembaran digital" berbasis perangkat lunak untuk membantu mengurangi biaya produksi.

Lihat Juga :