Elon Musk Berencana Uji Coba Chip Otak Neuralink pada Manusia
Kamis, 01 Desember 2022 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Dua aplikasi manusia pertama yang ditargetkan oleh perangkat Neuralink akan memulihkan penglihatan dan memungkinkan pergerakan otot pada penyandang cacat. “Bahkan jika seseorang tidak pernah memiliki penglihatan, seperti mereka dilahirkan buta, kami yakin kami masih dapat memulihkan penglihatannya,” kata Elon Musk.
Acara tersebut awalnya direncanakan pada 31 Oktober tetapi Elon Musk menundanya hanya beberapa hari sebelumnya tanpa memberikan alasan. Presentasi publik terakhir Neuralink, lebih dari setahun yang lalu, melibatkan monyet dengan chip otak yang memainkan permainan komputer dengan berpikir sendirian.
“Kemajuan pada awalnya, terutama yang berlaku untuk manusia, mungkin akan tampak sangat lambat. Namun, kami melakukan semua hal untuk meningkatkannya secara parallel. Jadi, secara teori, kemajuan harus eksponensial,” tambah Elon Musk.
Baca juga; Elon Musk Mulai Rayu Kompetitor untuk Sukseskan Neuralink
Elon Musk ingin mengembangkan sebuah chip yang memungkinkan otak untuk mengontrol perangkat elektronik yang kompleks. Pada akhirnya memungkinkan orang yang lumpuh untuk mendapatkan kembali fungsi motorik dan mengobati penyakit otak seperti Parkinson, demensia, dan Alzheimer.
Acara tersebut awalnya direncanakan pada 31 Oktober tetapi Elon Musk menundanya hanya beberapa hari sebelumnya tanpa memberikan alasan. Presentasi publik terakhir Neuralink, lebih dari setahun yang lalu, melibatkan monyet dengan chip otak yang memainkan permainan komputer dengan berpikir sendirian.
“Kemajuan pada awalnya, terutama yang berlaku untuk manusia, mungkin akan tampak sangat lambat. Namun, kami melakukan semua hal untuk meningkatkannya secara parallel. Jadi, secara teori, kemajuan harus eksponensial,” tambah Elon Musk.
Baca juga; Elon Musk Mulai Rayu Kompetitor untuk Sukseskan Neuralink
Elon Musk ingin mengembangkan sebuah chip yang memungkinkan otak untuk mengontrol perangkat elektronik yang kompleks. Pada akhirnya memungkinkan orang yang lumpuh untuk mendapatkan kembali fungsi motorik dan mengobati penyakit otak seperti Parkinson, demensia, dan Alzheimer.
Lihat Juga :