Rusia Luncurkan Satelit Navigasi Glonass-M Terakhir ke Orbit, Perkuat Pertahanan Luar Angkasa
Kamis, 01 Desember 2022 - 19:27 WIB
loading...
A
A
A
Beberapa bulan terakhir Roscosmos dan industri luar angkasa Rusia tampak semakin aktif melakukan peluncuran ke luar angkasa. Rusia telah meluncurkan delapan misi orbit sejak 10 Oktober, dan mengirim dua kosmonot dan astronot NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dengan pesawat ruang angkasa Soyuz pada 21 September.
Semua tindakan tampaknya dilatarbelakangi konflik berkelanjutan Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada bulan Februari 2022. Rusia berusaha memperkuat posisi pertahanan di luar angkasa menghadapi eskalasi perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
![Rusia Luncurkan Satelit Navigasi Glonass-M Terakhir ke Orbit, Perkuat Pertahanan Luar Angkasa]()
Perang juga telah membuat Rusia memutuskan sebagian kemitraan luar angkasanya yang telah berlangsung lama dengan beberapa negara Eropa. Roket Soyuz sudah tidak lagi digunakan untuk peluncuran dari Pelabuhan Antariksa Eropa di Guyana Prancis.
Baca juga; Rusia Sukses Gunakan Drone Kamikaze Gempur Ukraina Berkat Panduan Satelit Glonass
Badan Antariksa Eropa (ESA) juga telah mengakhiri kerja sama dengan Rusia dalam penjelajah ExoMars, bernama Rosalind Franklin. Rusia telah disadap untuk menyumbangkan platform pendaratan dan roket untuk misi tersebut.
Semua tindakan tampaknya dilatarbelakangi konflik berkelanjutan Rusia ke Ukraina, yang dimulai pada bulan Februari 2022. Rusia berusaha memperkuat posisi pertahanan di luar angkasa menghadapi eskalasi perang yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Perang juga telah membuat Rusia memutuskan sebagian kemitraan luar angkasanya yang telah berlangsung lama dengan beberapa negara Eropa. Roket Soyuz sudah tidak lagi digunakan untuk peluncuran dari Pelabuhan Antariksa Eropa di Guyana Prancis.
Baca juga; Rusia Sukses Gunakan Drone Kamikaze Gempur Ukraina Berkat Panduan Satelit Glonass
Badan Antariksa Eropa (ESA) juga telah mengakhiri kerja sama dengan Rusia dalam penjelajah ExoMars, bernama Rosalind Franklin. Rusia telah disadap untuk menyumbangkan platform pendaratan dan roket untuk misi tersebut.
(wib)
Lihat Juga :