500 Juta Nomor HP Pengguna WhatsApp dari 84 Negara Diduga Bocor, 130 Ribu dari Indonesia

Senin, 28 November 2022 - 09:46 WIB
loading...
500 Juta Nomor HP Pengguna...
Data yang dibocorkan berupa nomor HP pengguna WhatsApp yang aktif selama 2022 dari 84 negara. Foto: ist
A A A
JAKARTA - Dugaan kebocoran data kembali terjadi. Kali ini, yang ketiban pulung adalah WhatsApp . Laman Cybernews melaporkan bahwa seorang peretas diduga menjual 500 juta nomor ponsel pengguna WhatsApp di forum peretas.

Postingan pertama “iklan” tersebut dilakukan pada 16 November silam. Hacker tersebut mengklaim memiliki 487 juta nomor ponsel pengguna WhatsApp dengan basis data 2022.

Dataset tersebut diduga berisi data pengguna WhatsApp dari 84 negara. Pelaku mengklaim ada lebih dari 32 juta data pengguna WhatsApp di Amerika.
Sebagian besar nomor telepon lainnya milik warga Mesir (45 juta), Italia (35 juta), Arab Saudi (29 juta), Prancis (20 juta), dan Turki (20 juta).

Ada juga 10 juta nomor telepon warga Rusia dan lebih dari 11 juta warga Inggris.

Bagaimana dengan Indonesia? Meski tidak banyak, tapi ada 130.331 no HP pengguna Indonesia yang ikut disebarkan.

500 Juta Nomor HP Pengguna WhatsApp dari 84 Negara Diduga Bocor, 130 Ribu dari Indonesia

Foto: dok Cybernews

Pelaku menjual kumpulan no HP itu secara terpisah per negara. Misalnya, untuk data no HP bocor di Amerika dijual USD7.000 (Rp110 juta), Inggris (Rp40 juta), Jerman (Rp30 juta).

Bagaimana hacker bisa mendapatkan data no HP yang begitu besar? Cybernews menduga bahwa pelaku menggunakan serangan smishing dan vishing.
Smishing adalah penipuan phishing melalui pesan elektronik/SMS, atau disebut juga SMS phishing.

Voice phishing atau vhishing adalah bentuk penipuan melalui telepon. Penipu menggunakan social engineering melalui telepon untuk mendapatkan akses ke informasi dan keuangan pribadi korban.

500 Juta Nomor HP Pengguna WhatsApp dari 84 Negara Diduga Bocor, 130 Ribu dari Indonesia

Data no HP yang dijual dipastikan valid atau aktif oleh Cybernews. Foto: ist

Hacker yang menjual data tersebut tidak menyebutkan metode pasti, tapi menjamin validitas data yang dibocorkan. Hal tersebut juga telah dikonfirmasi oleh Cybernews, yang mencoba meminta contoh data dan melakukan pengecekan langsung sejumlah pengguna di Inggris.

“Kita semua meninggalkan jejak digital cukup besar. Sementara raksasa teknologi seperti Meta harus mengambil semua tindakan pencegahan dan sarana untuk melindungi data tersebut,” kata kepala tim riset Cybernews Mantas Sasnauskas.

“Perusahaan seperti Meta harus mengambil langkah tegas untuk mengurangi ancaman dan mencegah penyalahgunaan platform dari sudut pandang teknis,” tambah Mantas.

BACA JUGA: Review laptop Gaming Lenovo Legion 5i i7 10750H, Tetap Dingin Walau Main Game Berat

Saat ini WhatsApp telah digunakan lebih dari 2 miliar orang di lebih dari 180 negara. Melansir laporan Business of Apps, jumlah pengguna WhatsApp terbesar berasal dari India, yakni 390 juta orang pada 2021.

Disusul pengguna dari Brasil dan Indonesia yang masing-masing sebanyak 148 juta orang dan112jutaorang.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Meta Akui Kesalahan...
Meta Akui Kesalahan dalam Restrukturisasi AI
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
Idul Adha dan Teror...
Idul Adha dan Teror Data: Kita Berkurban atau Justru Jadi Korban?
WhatsApp Kembangkan...
WhatsApp Kembangkan Fitur Pesan Selamat Datang Otomatis di Grup
Patut Dicontoh Indonesia,...
Patut Dicontoh Indonesia, Eropa Paksa Meta Bayar Karya Jurnalis yang Ditayangkan
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Mengapa Media Monitoring...
Mengapa Media Monitoring Jadi Kunci dalam Krisis Siber di Era Geopolitik Digital?
Wamenkomdigi: AI Ubah...
Wamenkomdigi: AI Ubah Pola Serangan Siber Jadi Lebih Cepat dan Masif
Rekomendasi
Bukan Sekadar Insinyur,...
Bukan Sekadar Insinyur, Alumni ITS Didorong Kuasai Kepemimpinan dan Finansial
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
10 Fakta Menarik Argentina...
10 Fakta Menarik Argentina Kalahkan Austria di Piala Dunia 2026: Messi Ajaib!
Berita Terkini
Review ASUS ExpertBook...
Review ASUS ExpertBook P3 P3405 dari Sisi Performa dan Desain
Apple Setuju Berkolaborasi...
Apple Setuju Berkolaborasi dengan Intel untuk Merancang dan Memproduksi Chip
Ilmuwan Temukan Pemangsa...
Ilmuwan Temukan Pemangsa Jamur Zombie Cordyceps The Last of Us di Hutan Kalimantan
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Infografis
Nomor 1 dari Indonesia,...
Nomor 1 dari Indonesia, Ini 10 Dumpling Terenak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved