Pomona dan Zeeus Buka Lini Bisnis dan Peluang Baru Bagi UMKM
Rabu, 08 Juli 2020 - 23:25 WIB
loading...
A
A
A
“Banyak UMKM yang masih belum memiliki dasar pengetahuan untuk digitalisasi. Selain program perluasan jaringan yang sangat penting, SMESCO ingin menekankan untuk program edukasi mengenai ranah digital yang sama pentingnya untuk pemulihan ekonomi," timpal Leonard Theosabrata seraya menegaskan, SMESCO berdedikasi bagi para UMKM untuk bergerak maju melalui rangkaian program pendampingan dan keseimbangan digital untuk UMKM.
Selain perubahan lini bisnis dan peluncuran laporan, Pomona dan Zeeus juga akan mengadakan seminar daring berjudul ‘Kebangkitan UMKM di Indonesia Selepas Pandemi Covid-19’ yang dapat dihadiri oleh para pemilik UMKM yang berminat mempelajari cara-cara kecil yang dapat mengembangkan usaha mereka agar tumbuh dengan lebih baik lagi.
![Pomona dan Zeeus Buka Lini Bisnis dan Peluang Baru Bagi UMKM]()
Webinar ini rencananya akan diadakan pada 17 Juli 2020 dan akan menghadirkan narasumber dari Pomona dan Zeeus bersama narasumber Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki serta para praktisi UMKM.
“Kami sungguh berharap Pomona dan Zeeus dapat menginspirasi UMKM Indonesia untuk memiliki strategi bisnis yang akan membuat usaha mereka tidak hanya sekedar bertahan di hadapan ketidakpastian, namun berkembang dan bertumbuh lebih besar lagi. Kami yakin, pada akhirnya perkembangan UMKM yang sehat akan turut membangun perekonomian Indonesia paska-pandemi yang lebih lestari,” pungkas Benz.
Pomona merupakan startup advertising tech (adtech) pertama di Indonesia yang didirikan sejak Mei 2016. Mereka memiliki spesialisasi konversi penjualan pada produk-produk FMCG.
![Pomona dan Zeeus Buka Lini Bisnis dan Peluang Baru Bagi UMKM]()
Pomona yang dimulai dengan sarana jasa cashback untuk konsumen, sekarang berevolusi menjadi layanan platform lokapasar (marketplace), dan penjual ulang (reseller) untuk produk-produk D2C (Direct to Consumers).
Sedangkan Zeeus tercatat sebagai perusahan jasa untuk UMKM yang berfokus kepada perluasan saluran distribusi dan pemaparan merek. Zeeus didirikan di tahun 2020 dan berjasa untuk kesuksesan beberapa merek seperti Mr. P, Kata Oma, Pik Keripik, Goola, dan Nibz. Zeeus dan Pomona memiliki lebih dari 100 brand UMKM yang sudah terdaftar dan terus berkembang.
Selain perubahan lini bisnis dan peluncuran laporan, Pomona dan Zeeus juga akan mengadakan seminar daring berjudul ‘Kebangkitan UMKM di Indonesia Selepas Pandemi Covid-19’ yang dapat dihadiri oleh para pemilik UMKM yang berminat mempelajari cara-cara kecil yang dapat mengembangkan usaha mereka agar tumbuh dengan lebih baik lagi.

Webinar ini rencananya akan diadakan pada 17 Juli 2020 dan akan menghadirkan narasumber dari Pomona dan Zeeus bersama narasumber Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki serta para praktisi UMKM.
“Kami sungguh berharap Pomona dan Zeeus dapat menginspirasi UMKM Indonesia untuk memiliki strategi bisnis yang akan membuat usaha mereka tidak hanya sekedar bertahan di hadapan ketidakpastian, namun berkembang dan bertumbuh lebih besar lagi. Kami yakin, pada akhirnya perkembangan UMKM yang sehat akan turut membangun perekonomian Indonesia paska-pandemi yang lebih lestari,” pungkas Benz.
Pomona merupakan startup advertising tech (adtech) pertama di Indonesia yang didirikan sejak Mei 2016. Mereka memiliki spesialisasi konversi penjualan pada produk-produk FMCG.

Pomona yang dimulai dengan sarana jasa cashback untuk konsumen, sekarang berevolusi menjadi layanan platform lokapasar (marketplace), dan penjual ulang (reseller) untuk produk-produk D2C (Direct to Consumers).
Sedangkan Zeeus tercatat sebagai perusahan jasa untuk UMKM yang berfokus kepada perluasan saluran distribusi dan pemaparan merek. Zeeus didirikan di tahun 2020 dan berjasa untuk kesuksesan beberapa merek seperti Mr. P, Kata Oma, Pik Keripik, Goola, dan Nibz. Zeeus dan Pomona memiliki lebih dari 100 brand UMKM yang sudah terdaftar dan terus berkembang.
(iqb)
Lihat Juga :