Sejumlah Danau di Dunia Mengering, Ternyata Ini Penyebabnya
Senin, 21 November 2022 - 23:06 WIB
loading...
A
A
A
Memang perubahan iklim memainkan peran penting dalam kasus kekeringan di sungai dan danau. Namun, dampak lain seperti pembangunan bendungan, ekstraksi yang berlebihan dan salah urus air serta penangkapan ikan berlebihan, juga punya andil besar.
Baca juga; Waduk Terbesar di AS Terancam Menjadi Daratan Kering Kerontang
Laut Aral
Di perbatasan Kazakhstan dan Uzbekistan, Laut Aral pernah menjadi laut pedalaman terbesar keempat di dunia. Namun, sekarang sebagian besar kehilangan air dan seolah menjadi seperti gurun.
Selama beberapa dekade terakhir, danau tersebut telah menyusut sebanyak 75% hingga 90% setelah Uni Soviet yang mengalihkan air dari sungai Ama Dariya dan sungai Syrdariya yang mengalir ke Laut Aral, untuk mengairii tanaman kapas di gurun.
Bencana ekologis yang mengikutinya membuat dasar laut tertutup garam dengan angin yang meniupkan garam ini ke daerah sekitarnya dan mengubah iklim sekitarnya. Kondisi ini mengakibatkan musim panas yang lebih pendek, lebih panas, dan tanpa hujan, serta musim dingin yang lebih panjang, lebih dingin, dan tanpa salju.
Cadangan ikan yang sebelumnya merupakan makanan pokok bagi masyarakat di sekitar Laut Aral telah berkurang, air minum menjadi asin, dan penyakit merajalela. Berbagai usaha dilakukan, namun kondisi danau mungkin tidak akan pernah pulih sepenuhnya.
Baca juga; Waduk Terbesar di AS Terancam Menjadi Daratan Kering Kerontang
Laut Aral
Di perbatasan Kazakhstan dan Uzbekistan, Laut Aral pernah menjadi laut pedalaman terbesar keempat di dunia. Namun, sekarang sebagian besar kehilangan air dan seolah menjadi seperti gurun.
Selama beberapa dekade terakhir, danau tersebut telah menyusut sebanyak 75% hingga 90% setelah Uni Soviet yang mengalihkan air dari sungai Ama Dariya dan sungai Syrdariya yang mengalir ke Laut Aral, untuk mengairii tanaman kapas di gurun.
Bencana ekologis yang mengikutinya membuat dasar laut tertutup garam dengan angin yang meniupkan garam ini ke daerah sekitarnya dan mengubah iklim sekitarnya. Kondisi ini mengakibatkan musim panas yang lebih pendek, lebih panas, dan tanpa hujan, serta musim dingin yang lebih panjang, lebih dingin, dan tanpa salju.
Cadangan ikan yang sebelumnya merupakan makanan pokok bagi masyarakat di sekitar Laut Aral telah berkurang, air minum menjadi asin, dan penyakit merajalela. Berbagai usaha dilakukan, namun kondisi danau mungkin tidak akan pernah pulih sepenuhnya.
Lihat Juga :