Elon Musk Sebut Akses Twitter di Indonesia dan India Sangat Lambat
Rabu, 16 November 2022 - 17:26 WIB
loading...
A
A
A
Hal itulah yang menurut Elon Musk perlu dibenahi oleh Twitter. Dia menginginkan sosial media itu dapat dengan cepat di akses dimana saja. Pengguna Twitter di Indonesia dan India tetap merasakan kecepatan yang sama dengan pengguna di Amerika Serikat dan negara-negara lainnya.
Baca juga : Real Madrid Resmi Kesetrum Mobil Listrik, Dapat Gratis BMW iX, i4, dan i7
Belakangan ini Elon Musk memang kerap mengkritik kebijakan yang terjadi di Twitter. Selain mengkritik akses yang sangat lambat di beberapa negara, dia juga telah menghentikan sejumlah karyawan Twitter. Baru-baru ini dia bahkan menghentikan makan siang gratis di kantor pusat Twitter yang ada di San Fransisco, Amerika Serikat.
Menurutnya, makan siang karyawan gratis di kantor pusat Twitter menjadi sangat mahal hitungannya karena tidak ada orang yang ngantor. Dia mengatakan tingkat kedatangan rata-rata karyawan Twitter di kantor di bawah 10 persen dalam 12 bulan terakhir. Bahkan, yang tertinggi pun hanya 25 persen okupansi.
Artinya, hanya seperempat karyawan yang ngantor. Karena itu, kebijakan makan siang gratis bagi Elon Musk jadi persoalan besar. Gara-gara okupansi rendah itu, maka hitungan biaya makan per orang jadi USD400 (Rp6,2 juta), dari seharusnya sarapan dan makan siang hanya USD20 (Rp300.000-Rp400.000). “Pengeluaran ini sangat aneh, mengingat hampir tidak ada yang datang ke kantor," ungkapnya beberapa waktu lalu.
Baca juga : Real Madrid Resmi Kesetrum Mobil Listrik, Dapat Gratis BMW iX, i4, dan i7
Belakangan ini Elon Musk memang kerap mengkritik kebijakan yang terjadi di Twitter. Selain mengkritik akses yang sangat lambat di beberapa negara, dia juga telah menghentikan sejumlah karyawan Twitter. Baru-baru ini dia bahkan menghentikan makan siang gratis di kantor pusat Twitter yang ada di San Fransisco, Amerika Serikat.
Menurutnya, makan siang karyawan gratis di kantor pusat Twitter menjadi sangat mahal hitungannya karena tidak ada orang yang ngantor. Dia mengatakan tingkat kedatangan rata-rata karyawan Twitter di kantor di bawah 10 persen dalam 12 bulan terakhir. Bahkan, yang tertinggi pun hanya 25 persen okupansi.
Artinya, hanya seperempat karyawan yang ngantor. Karena itu, kebijakan makan siang gratis bagi Elon Musk jadi persoalan besar. Gara-gara okupansi rendah itu, maka hitungan biaya makan per orang jadi USD400 (Rp6,2 juta), dari seharusnya sarapan dan makan siang hanya USD20 (Rp300.000-Rp400.000). “Pengeluaran ini sangat aneh, mengingat hampir tidak ada yang datang ke kantor," ungkapnya beberapa waktu lalu.
(wsb)
Lihat Juga :