Puing-puing Pesawat Ruang Angkasa Challenger Ditemukan di Segitiga Bermuda

Sabtu, 12 November 2022 - 06:00 WIB
loading...
Puing-puing Pesawat...
Pesawat luar angkasa Challenger. Puing-puing Challenger ditemukan di lepas pantai Florida dekat Segitiga Bermuda. Foto/HeritageDaily/PublicDomain
A A A
FLORIDA - Puing-puing pesawat ruang angkasa Challenger ditemukan di lepas pantai Florida dekat Segitiga Bermuda . Sekitar setengah dari badan pesawat ulang-alik Challenger, yang meledak dan jatuh pada 1986, diketahui masih hilang.

NASA telah mengonfirmasi bahwa puing-puing yang ditemukan di dasar laut lepas pantai Atlantik Florida berasal dari pesawat ulang-alik Challenger yang meledak dan jatuh pada 28 Januari 1986. Peristiwa tragis itu menewaskan ketujuh astronot di dalamnya.

Penyelam menemukan bagian lambung Challenger sepanjang 6 meter saat mencari pesawat era Perang Dunia II yang jatuh sebagai bagian dari serial dokumenter History Channel, "The Bermuda Triangle: Into Cursed Waters." Awalnya, para pembuat film yang menyelam menemukan lokasi di dasar laut, Northwest of the Triangle, dan melihat puing-puing yang sebagian tertutup pasir.

Baca juga; 7 Pesawat yang Hilang di Segitiga Bermuda, Terjadi Antara Bulan November hingga Januari

Mengingat penemuan puing-puing itu dengan Pusat Penerbangan Luar Angkasa Kennedy NASA di Florida, para pembuat film langsung menghubungi badan antariksa itu. NASA memeriksa rekaman itu dan memastikan bahwa puing-puing itu berasal dari pesawat ulang alik Challenger.

NASA kemudian memberi tahu keluarga tujuh astronot sebelum mengumumkan penemuan itu pada 10 November 2022. “Tragedi ini akan selamanya terpatri dalam memori kolektif negara kita,” kata administrator NASA Bill Nelson dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Sabtu (12/11/2022).

Lambung kapal pesawat Challenger akan tetap berada di dasar laut, sementara NASA menentukan langkah selanjutnya dalam pemulihannya. Secara hukum, semua puing-puing tersebut milik pemerintah federal.

“Penemuan ini memberi kita kesempatan untuk berhenti sekali lagi, untuk mengangkat warisan tujuh astronot perintis yang hilang. Juga untuk merenungkan bagaimana tragedi ini mengubah kita,” lanjut Nelson.

Baca juga; NASA Berpacu dengan Waktu, 2 Roket Pendorong Misi Artemis 1 Kedaluwarsa Awal Desember

Diketahui pada saat peluncuran ke-10, yang dijuluki STS-51L, Challenger adalah salah satu dari empat pesawat ulang-alik yang dioperasikan oleh NASA. Badan luar angkasa tersebut telah menerbangkan "truk luar angkasa" yang dapat digunakan kembali ke dan dari orbit rendah Bumi selama hampir lima tahun.

NASA kemudian mengetahui bahwa suhu beku pada malam sebelum peluncuran membahayakan segel pada pendorong roket padat, menyebabkan disintegrasi eksplosif pengorbit 73 detik setelah penerbangan. Challenger membawa tujuh astronot, termasuk seorang guru sekolah, Christa McAuliffe, yang akan memberikan pelajaran langsung dari orbit.

Misi enam hari yang direncanakan juga akan melihat astronot melakukan penelitian ilmiah dan melepaskan satelit dari badan pesawat ulang-alik. Namun, misi tersebut tidak terwujud karena Challenger meledak dan jatuh.
Puing-puing Pesawat Ruang Angkasa Challenger Ditemukan di Segitiga Bermuda

Para penyelam menemukan puing-puing pesawat luar angkasa Challenger. Foto/The HYSTORY Channel

Tragedi mengejutkan Challenger menandai kematian pertama dalam penerbangan dalam program luar angkasa berawak NASA, yang dimulai pada tahun 1961. Sebelumnya, tiga astronot tewas dalam kebakaran di Apollo 1 pada tahun 1967 saat melakukan tes pra-peluncuran di darat. Pada tahun 2003, pesawat ulang-alik Columbia pecah saat masuk kembali, menewaskan tujuh astronotnya.

NASA telah menemukan hampir setengah dari puing-puing Challenger, yang sebagian besar terkubur di silo rudal yang ditinggalkan di dekat Kennedy Space Center. Hanya sebagian dari badan pesawat, yang dicat dengan bendera Amerika Serikat, yang dipajang.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
Spesies Hewan Abadi...
Spesies Hewan Abadi Ditemukan di Dasar Laut
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
NASA Umumkan Akan Bangun...
NASA Umumkan Akan Bangun Kota di Bulan dalam Waktu 6 Tahun
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
AS Pertimbangkan Gunakan...
AS Pertimbangkan Gunakan Aset Iran untuk Biaya Rekonstruksi Negara-negara Teluk
Rekomendasi
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Berita Terkini
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Acer Luncurkan Dua Kacamata...
Acer Luncurkan Dua Kacamata Pintar dengan Gambar Virtual 172 Inci
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AI Dilibatkan Langsung dalam Operasi Medis
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
Bangun Kedaulatan Digital,...
Bangun Kedaulatan Digital, Telkom Pertemukan Regulator dan Pemain Industri
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved