Ini Alasan Mark Zuckerberg Pecat Belasan Ribu Karyawan Meta

Kamis, 10 November 2022 - 10:39 WIB
loading...
Ini Alasan Mark Zuckerberg Pecat Belasan Ribu Karyawan Meta
Mark Zuckerberg mulai Lakukan PHK besar-besaran Karyawannya. FOTO/ IST
A A A
MENLO PARK - Usai melakukan PHK besar-besaran terhadap 11.000 ribu karyawannya, Chief Executive Officer Mark Zuckerberg mengungkap alasan memberhentikan karyawan.

Meta Platforms Inc telah memberhentikan 13 persen tenaga kerjanya, atau lebih dari 11.000 orang pada Rabu (9/11/2022).

BACA JUGA - Saham Instragram dan Facebook Anjlok, Meta Siap Pecat 12.000 Karyawan

Keputusan itu diambil ketika perusahaan induk Facebook berjuang dengan kenaikan biaya dan pasar iklan yang lemah, Reuters melaporkan.

Ini adalah pertama kalinya dalam 18 tahun sejarah Meta bahwa perusahaan telah secara drastis mengurangi tenaga kerjanya.

Langkah ini menyusul ribuan PHK di perusahaan teknologi besar lainnya seperti Twitter milik Elon Musk dan Microsoft Corp.

Chief Executive Officer Mark Zuckerberg mengatakan di awal Covid-19 banyak yang berharap arena digital akan berkembang pesat dan akan tetap ada setelah pandemi mereda.

Namun, itu tidak terjadi, tetapi menyebabkan lebih banyak persaingan, efek ekonomi makro, dan pendapatan yang berkurang.

"Tidak hanya perdagangan online kembali ke tren sebelum pandemi, tetapi penurunan ekonomi, persaingan yang lebih ketat, dan kerugian iklan telah menyebabkan keuntungan kami lebih rendah dari yang saya harapkan,''

"Saya membuat kesalahan dan saya bertanggung jawab atas keputusan itu," kata Zuckerberg dalam pesan kepada karyawan Meta.

Zuckerberg menekankan perlunya perusahaan untuk menjadi lebih efisien modal, menambahkan bahwa itu akan mengalihkan sumber daya ke 'area pertumbuhan prioritas tinggi' seperti mesin pengembangan kecerdasan buatan (AI), platform periklanan dan bisnis, dan proyek metaworld.

Meta mengatakan akan menawarkan kompensasi terbaik kepada mereka yang terkena dampak, termasuk gaji 16 minggu ditambah dua minggu tambahan untuk setiap tahun layanan.
(wbs)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3624 seconds (11.252#12.26)