Sisa Umur Matahari Tinggal Segini, Ilmuwan Sebut Kiamat Semakin Dekat
Senin, 07 November 2022 - 11:43 WIB
loading...
A
A
A
Apalagi saat menjadi bintang merah, Matahari akan benar-benar sangat panas. Laut akan kering dan tanah tempat manusia berpijak sudah begitu panas hingga tidak ditemukan lagi kadar air di dalamnya.
Ketika Matahari kehabisan gas helium, maka bintang raksasa akan berubah menjadi nebula planeter. Teori yang ada menyebutkan untuk membentuk nebula planeter, ukuran bintang raksasa merah setidaknya harus mencapai 2 kali ukuran Matahari.
Hanya saja rekayasa komputer yang dilakukan pada 2018 justru menunjukkan sebaliknya. Untuk menjadi nebula planeter, Matahari justru menyusut. Setelah itu dari nebula planeter matahi berubah menjadi katai putih atau bintang putih, yang diyakini sebagai bentuk evolusi terakhir sebuah bintang.
"Ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan massa gas dan debu yang ukurannya bisa bisa mencapai setengah massa bintang itu dan akan menghancurkan alam semesta. Bintang akan jalani proses seperti kehabisan bahan bakar dan akhirnya mati. Pada akhirnya, yang tersisa hanya inti bintang," jelas astrofisikawan Albert Zijlstra dari University of Manchester.
Dia mengatakan proses pengeluaran debu dan gas itu akan bersinar sangat terang dan berlangsung selama 10.000 tahun. Hal inilah yang membuat nebula planeter sangat mudah teridentifikasi. "Beberapa bersinar sangat-sangat terang sehingga bisa dilihat dari jarak puluhan tahun cahaya. Sementara inti bintang malah terlalu redup untuk dilihat," jelasnya.
Ketika Matahari kehabisan gas helium, maka bintang raksasa akan berubah menjadi nebula planeter. Teori yang ada menyebutkan untuk membentuk nebula planeter, ukuran bintang raksasa merah setidaknya harus mencapai 2 kali ukuran Matahari.
Hanya saja rekayasa komputer yang dilakukan pada 2018 justru menunjukkan sebaliknya. Untuk menjadi nebula planeter, Matahari justru menyusut. Setelah itu dari nebula planeter matahi berubah menjadi katai putih atau bintang putih, yang diyakini sebagai bentuk evolusi terakhir sebuah bintang.
"Ketika sebuah bintang mati, ia mengeluarkan massa gas dan debu yang ukurannya bisa bisa mencapai setengah massa bintang itu dan akan menghancurkan alam semesta. Bintang akan jalani proses seperti kehabisan bahan bakar dan akhirnya mati. Pada akhirnya, yang tersisa hanya inti bintang," jelas astrofisikawan Albert Zijlstra dari University of Manchester.
Dia mengatakan proses pengeluaran debu dan gas itu akan bersinar sangat terang dan berlangsung selama 10.000 tahun. Hal inilah yang membuat nebula planeter sangat mudah teridentifikasi. "Beberapa bersinar sangat-sangat terang sehingga bisa dilihat dari jarak puluhan tahun cahaya. Sementara inti bintang malah terlalu redup untuk dilihat," jelasnya.
(wbs)
Lihat Juga :