Mengalir Sepanjang 460 Km, Ilmuwan Temukan Sungai Raksasa di Bawah Antartika

Selasa, 01 November 2022 - 16:59 WIB
loading...
Mengalir Sepanjang 460...
Para ilmuan menyebut bahwa sungai membentang sekitar 460 kilometer (286 mil), mengangkut aliran besar air tawar pada tekanan tinggi, menjadikannya sebagai salah satu sungai raksasa di dunia FOTO / IST
A A A
LONDON - Satu demi satu fenomena aneh di Antartika terkuak. yam terbaru Sungai besar yang lebih besar dari Sungai Thames ditemukan mengalir di bawah lapisan es Antartika.

Sungai ditemukan oleh para ilmuan di Imperial College London, Universitas Waterloo, Kanada, Universiti Malaysia Terengganu, dan Universitas Newcastle.

BACA JUGA - Lubang Lapisan Ozon di Antartika Menciut

Para ilmuan menyebut bahwa sungai membentang sekitar 460 kilometer (286 mil), mengangkut aliran besar air tawar pada tekanan tinggi, menjadikannya sebagai salah satu sungai raksasa di dunia. Mereka juga mengatakan bahwa jaringan sungai, danau, dan ekosistem laut saling berhubungan.

“Ketika kami pertama kali menemukan danau di bawah es Antartika beberapa dekade yang lalu, kami mengira mereka terisolasi satu sama lain," kata salah satu peneliti, Profesor Martin Siegert, dikutip dari Iflscience, Senin (31/10/2022).

"Sekarang kami mulai memahami bahwa ada seluruh sistem di bawah sana, saling terhubung oleh jaringan sungai yang luas, seperti yang mungkin terjadi jika tidak ada ribuan meter es di atasnya,” ungkapnya.

Dalam studi ini, tim menggunakan pemodelan dan data geofisika dari survei radar udara untuk mengukur ukuran dan dinamika sungai kolosal ini.

Terungkap bahwa salah satu cara di mana air dapat muncul di bawah lapisan es adalah dari air di permukaan yang mencair dan mengalir ke bawah melalui celah-celah yang dalam.

Inilah yang terjadi di bawah Greenland di Kutub Utara, yang terlihat banyak mencair selama bulan-bulan musim panas. Di Antartika, musim panas tidak cukup dingin untuk hal ini terjadi. Hal ini membuat para ilmuwan percaya bahwa akan ada sedikit air di dasar lapisan es Antartika.

Namun, tampaknya sejumlah besar air memang muncul di sini, terutama didorong oleh pencairan di dasar lapisan es yang disebabkan oleh panas alami Bumi dan gesekan saat es bergerak di atas daratan.

Betapapun menariknya penemuan ini, sungai di bawah es yang mengalir berpotensi merusak lapisan es dengan mempercepat hilangnya es saat iklim menghangat.

Para peneliti juga tertarik untuk melihat bagaimana keberadaan sungai dapat memengaruhi prediksi tentang bagaimana Antartika akan berubah dalam menghadapi perubahan iklim.

“Wilayah di mana penelitian ini didasarkan memiliki cukup es untuk menaikkan permukaan laut secara global sebesar 4,3m. Seberapa banyak es ini mencair, dan seberapa cepat, terkait dengan seberapa licin dasar es. Sistem sungai yang baru ditemukan dapat sangat mempengaruhi proses ini,” jelas Siegert.

Keberadaan sungai ini dan lainnya seperti itu juga perlu diperhitungkan ketika memprediksi kemungkinan dampak perubahan iklim di wilayah tersebut.

"Dari pengukuran satelit, kami tahu wilayah Antartika mana yang kehilangan es, dan berapa banyak, tetapi kami tidak tahu mengapa. Penemuan ini bisa menjadi mata rantai yang hilang dalam model kami. Kita bisa sangat meremehkan seberapa cepat sistem akan mencair dengan tidak memperhitungkan pengaruh sistem sungai ini,'' tutur pemimpin peneliti Dr Christine Dow dari University of Waterloo.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pulau Misterius Ditemukan...
Pulau Misterius Ditemukan di Zona Berbahaya Antartika
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi...
Ratusan Gempa Bumi Terdeteksi di Gletser Kiamat Antartika
Bakal Hancur Total,...
Bakal Hancur Total, Gunung Es di Antartika Berubah Warna Jadi Biru
Robot Apung Mulai Kumpulkan...
Robot Apung Mulai Kumpulkan Data Pertama di Bawah Es Antartika
NASA Tangkap Sinyal...
NASA Tangkap Sinyal Aneh dari Antartika, Ilmuwan Sebut Fenomena Alam Tak Biasa
Struktur Aneh Muncul...
Struktur Aneh Muncul di Antartika, Ilmuwan Klaim Tanda Akhir Dunia Semakin Nyata
Hilang 65 Tahun, Pria...
Hilang 65 Tahun, Pria Ini Ditemukan Sudah Jadi Tulang Membeku di Antartika
Kisah Gerry Utama, Ilmuwan...
Kisah Gerry Utama, Ilmuwan Termuda Indonesia yang Menembus Kutub Selatan
Presiden Iran Pecat...
Presiden Iran Pecat Wakilnya karena Liburan Mewah ke Antartika saat Rakyat Hidup Susah
Rekomendasi
Goyang Dominasi AS dan...
Goyang Dominasi AS dan Sekutunya di Asia, China dan Rusia Gelar Latihan Perang
Ruang Kenaikan IHSG...
Ruang Kenaikan IHSG Diprediksi Terbatas Pekan Depan ke Level 5.900, Ini Sebabnya
Dihadiri Komedian Narji,...
Dihadiri Komedian Narji, Khitanan Massal PSI Banten di Tangsel Diikuti Ratusan Peserta
Berita Terkini
Suhu Matahari Bertambah...
Suhu Matahari Bertambah Panas, Ilmuwan Prediksi Kehidupan di Bumi Segera Berakhir
Data Rahasia iPhone...
Data Rahasia iPhone Bocor! India Selidiki Tata Electronics
Rumah Kuno Mendingin...
Rumah Kuno Mendingin saat Gelombang Panas Membakar Eropa
YouTube Update Shorts,...
YouTube Update Shorts, Tampilan Lebih Bersih dan Kontrol Cepat
Nokia Bangun Jaringan...
Nokia Bangun Jaringan Antidrone di Perbatasan Finlandia
Zuckerberg Mau Saingi...
Zuckerberg Mau Saingi Polymarket: Meta Siapkan Aplikasi Prediksi untuk 100 Juta Pengguna
Infografis
8 Peristiwa Besar di...
8 Peristiwa Besar di Indonesia Sepanjang Tahun 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved