Miliaran Kepiting Salju Hilang dari Laut Bering, Bikin Sedih Nasib Nelayan

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 11:22 WIB
loading...
A A A
Apa yang menyebabkan kepiting salju populasinya merosot tajam? Penyebab utamanya hampir pasti adalah perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia, meskipun praktik penangkapan ikan yang tidak berkelanjutan mungkin juga berperan.

Kepiting salju tumbuh subur di perairan utara yang dingin di dasar Laut Bering. Untuk kepiting ini, suhu air bukan hanya masalah kenyamanan; itu memainkan peran penting dalam siklus hidup mereka. Saat air laut mendingin, dia menjadi kurang asin dan kurang apung, menyebabkannya tenggelam ke dasar lautan.

Baca juga; Nelayan Temukan Kepiting Punya Gigi seperti Manusia

Ahli biologi kelautan menyebut lapisan air dingin ini sebagai "kolam dingin. Banyak ikan dan jenis kehidupan laut lainnya menghindari kolam dingin, tetapi untuk kepiting salju remaja, itu adalah tempat perlindungan. Dengan hampir tidak ada pemangsa yang mau menjelajah ke perairan dingin lapisan ini, kepiting muda dapat tumbuh dengan tenang.

Namun akhir-akhir ini perlindungan itu telah berkurang. Rekam gelombang panas pada tahun 2016, 2018 dan 2019 menghambat pembentukan kolam dingin di Laut Bering, membuat bayi kepiting rentan terhadap predator. Terlebih lagi, kata Westphal, air yang lebih hangat kemungkinan mempercepat metabolisme kepiting dewasa, menyebabkan mereka kelaparan.

Ketika perubahan iklim antropogenik berlangsung selama beberapa dekade ke depan, jenis gelombang panas ini diproyeksikan menjadi lebih umum. Selain perubahan iklim, beberapa praktik penangkapan ikan komersial mungkin telah berkontribusi pada penurunan tajam jumlah kepiting.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Siaga di Selat Hormuz,...
Siaga di Selat Hormuz, AS Gunakan Perahu Canggih Tanpa Awak
Iran Berniat Kembangan...
Iran Berniat Kembangan Rudal Balistik Antarbenua biar Tambah Menakutkan
AS Berencana Pasang...
AS Berencana Pasang Senjata Nuklir untuk Pesawat Pembom B-1B Lancer
Donald Trump Minta Pentagon...
Donald Trump Minta Pentagon Buka Semua Data Soal UFO dan Alien
Alasan AS Hidupkan Kembali...
Alasan AS Hidupkan Kembali Pesawat Pembom Supersonik B-1B Lancer
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
AS Klaim Tembak Jatuh...
AS Klaim Tembak Jatuh Banyak Drone Iran
Rekomendasi
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Tim Putri UBAYA dan...
Tim Putri UBAYA dan Tim Putra Perbanas Juara Campus League Basketball Season 1 2026
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Berita Terkini
Adu Otak Bukan Otot:...
Adu Otak Bukan Otot: Lus Figo dan Ambisi Baru Game Mobile di Indonesia
Revolusi AI di Layar...
Revolusi AI di Layar Kaca: TV Premium LG 2026 Mengerti Logat Indonesia
Dari Bangkrut Saat Krisis...
Dari Bangkrut Saat Krisis 2008, MrBeast Kini Pimpin 1.000 Karyawan dan 500 Juta Pengikut
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved