Berubah Pikiran, Elon Musk Pastikan SpaceX Terus Berikan Layanan Internet Starlink di Ukraina

Senin, 17 Oktober 2022 - 17:37 WIB
loading...
Berubah Pikiran, Elon...
CEO SpaceX Elon Musk mengatakan akan terus mendanai layanan internet Starlink di Ukraina. Foto/Ist
A A A
TEXAS - CEO SpaceX Elon Musk mengatakan akan terus mendanai layanan internet Starlink di Ukraina. Miliarder teknologi ini tampaknya berubah pikiran, setelah sebelumnya menuntut bayaran terhadap Pentagon atas layanan internet Starlink ke Ukraina.

Elon Musk menulis di Twitter bahwa perusahaan penerbangan luar angkasanya akan terus menyediakan layanan internet Starlink tanpa biaya ke Ukraina, yang saat ini sedang terlibat konflik dengan Rusia. Dia pada awal bulan ini mengatakan bahwa atas layanan internet itu SpaceX mengeluarkan biaya sebesar USD80 juta hingga saat ini.

“Persetan dengan itu, meskipun Starlink masih merugi dan perusahaan lain mendapatkan miliaran dolar pembayar pajak, kami akan terus mendanai pemerintah Ukraina secara gratis," tulis Musk di Twitter, Sabtu 15 Oktober 2022 dikutip SINDOnews dari laman Space.com, Senin (17/10/2022).

Baca juga; Tawaran Damai Diejek Presiden Ukraina, Elon Musk Putus Jaringan Internet Starlink dan Tagih Bayaran

Sebelumnya Elon Musk meminta militer AS untuk mulai menutupi biaya untuk layanan Starlink di Ukraina. CNN melaporkan bahwa SpaceX menulis kepada Pentagon pada bulan September bahwa perusahaan tidak dapat lagi memberikan layanan Starlink di Ukraina secara gratis. Dia mengatakan bahwa layanan itu akan membebani perusahaan hingga USD120 juta untuk sisa tahun 2022 dan diperkirakan USD400 juta untuk 12 bulan ke depan.

“Kami tidak dalam posisi untuk lebih lanjut menyumbangkan terminal ke Ukraina, atau mendanai terminal yang ada untuk jangka waktu yang tidak terbatas,” tulis SpaceX dalam surat ke Pentagon.

Elon Musk dan SpaceX mulai mengirim terminal Starlink yang memungkinkan akses ke layanan internet satelit ke Ukraina pada akhir Februari, tak lama setelah pasukan Rusia menyerbu. Presiden SpaceX Gwynne Shotwell mengatakan bahwa SpaceX telah mengerjakan proyek tersebut selama berminggu-minggu sebelum Mykhailo Fedorov, wakil perdana menteri Ukraina dan menteri transformasi digital negara itu, meminta bantuan melalui Twitter pada 26 Februari. Sebanyak 28 terminal Starlink pertama langsung beroperasi di Ukraina.

Pada awal April, SpaceX dan USAID mengumumkan kemitraan publik-swasta untuk mengirimkan 5.000 terminal Starlink ke Ukraina, dengan lebih dari 3.000 di antaranya disediakan langsung oleh SpaceX. Sampai saat ini, menurut New York Times, SpaceX telah menetapkan sekitar 20.000 terminal ke Ukraina.

Baca juga; Elon Musk Kesal Rusia Terus Usik Internet Starlink di Ukraina
Berubah Pikiran, Elon Musk Pastikan SpaceX Terus Berikan Layanan Internet Starlink di Ukraina


Layanan internet Starlink SpaceX adalah jaringan broadband berbasis ruang angkasa yang bertujuan menyediakan akses global ke internet berkecepatan tinggi menggunakan konstelasi satelit yang luas di orbit. Untuk melakukan itu, SpaceX telah meluncurkan satelit pada tingkat yang produktif, dengan lusinan satelit ditempatkan ke orbit pada satu waktu selama peluncuran hampir setiap minggu.

Layanan ini berharga USD110 per bulan, dengan biaya perangkat keras satu kali awal sebesar USD599. Peluncuran Starlink terbaru SpaceX adalah pada 5 Oktober, ketika perusahaan menempatkan 52 satelit Starlink lainnya ke orbit.

SpaceX telah meluncurkan lebih dari 3.400 satelit Starlink sejauh ini bekerja untuk membangun konstelasi 12.000 satelit yang kuat. SpaceX juga telah mengajukan izin untuk meluncurkan 30.000 satelit lagi di luar itu untuk meningkatkan jaringan internetnya.
(wib)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
SpaceX: IPO Terbesar...
SpaceX: IPO Terbesar Sejarah, Eforia Tercepat yang Menguap
Saham SpaceX Ludes,...
Saham SpaceX Ludes, Rebutan Harta Karun Luar Angkasa Dimulai
Resmi Melantai, IPO...
Resmi Melantai, IPO SpaceX Cetak Sejarah dan Jadikan Elon Musk Triliuner Dunia Pertama
X Luncurkan Fitur Reaksi...
X Luncurkan Fitur Reaksi Video untuk Pengguna iOS
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Rekomendasi
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Didakwa Terima Suap Uang dan Rumah, Total Rp4,8 M
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Sering Dibully karena...
Sering Dibully karena Kondisi Fisiknya, Debi Ceper Mengaku Tak Pernah Sakit Hati
Berita Terkini
Gandeng SAP, Strategi...
Gandeng SAP, Strategi Digital Geo Dipa Mengelola Potensi Panas Bumi Lebih dari 800 MW
Meta Menemukan Tambang...
Meta Menemukan Tambang Emas Baru
Google dan A24 Berkolaborasi...
Google dan A24 Berkolaborasi Kembangkan Teknologi AI di Industri Film
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Ilmuwan Mengembangkan...
Ilmuwan Mengembangkan Jaket Penghasil Air dari Udara Sekitar
Gandeng PT Samafitro,...
Gandeng PT Samafitro, Hytera Perkuat Jaringan Komunikasi Profesional di Indonesia
Infografis
10 Miliarder Paling...
10 Miliarder Paling Boncos di 100 Hari Trump, Elon Musk Kehilangan Rp727 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved