Spesifikas FEDOR, Robot Milik Rusia yang Dikirim ke Stasiun Luar Angkasa

Senin, 17 Oktober 2022 - 16:10 WIB
loading...
Spesifikas FEDOR, Robot...
Spesifikas FEDOR, robot milik Rusia yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa. FOTO/ IST
A A A
MOSCOW - Spesifikasi FEDOR Robot Rusia yang Dikirim ke Stasiun Luar Angkasa menggunakan beberapa teknologi terbaru. Robot FEDOR mampu berbicara dan berperilaku layaknya manusia, serta dapat merespon pertanyaan yang diutarakan oleh manusia.

FEDOR Final Experimental Demonstration Object Research atau FEDOR adalah robot humanoid milik Rusia yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa pada 2019 silam.

BACA JUGA - F.E.D.O.R dan Uran Pernah Bikin NATO Kocar-kacir, Rusia Santai Hadapi Ukraina

Tubuh FEDOR yang berwarna perak dirancang seperti tubuh manusia, memiliki tinggi 5 kaki 11 inch atau setara dengan 1,8 meter dan berbobot 353 pound atau sekitar 160 kilogram. Saat hendak terbang, Fedor menggenggam bendera Rusia kecil di tangannya.

Dikenal juga sebagai Skybot F850, sudah meluncur sendirian tanpa diawaki oleh astronot ke Stasiun Luar Angkasa Internasional atau International Space Station (ISS) dengan bantuan pesawat ruang angkasa Soyuz MS-14. Ia duduk di kursi yang sudah didesain secara khusus, lalu diikat dan dipakaikan pengaman.

Saat sedang peluncuran, FEDOR mengucapkan “Ayo pergi, ayo pergi”. Meski awalnya kapsul FEDOR gagal berlabuh, ia tetap tiba dengan selamat lalu memberi kabar melalui akun Twitternya dan mengatakan, “Maaf atas keterlambatannya. Terjebak macet. Siap untuk bekerja sekarang”.

Ia dikirim selama 10 hari untuk membantu astronot di Stasiun Luar Angkasa Internasional, seperti menggunakan barang-barang standar, mulai dari kunci pas, obeng, alat pemadam kebakaran, dan sebagainya.

Tak hanya itu, ia juga belajar untuk menghubungkan serta memutuskan kabel listrik. Lolos dalam percobaan tahap pertama, FEDOR berhasil menyalin gerakan manusia. Harapannya, ia dapat melakukan tugas sementara dengan membantu astronot atau bahkan orang-orang di Bumi dari jarak jauh (luar angkasa).

FEDOR juga akan menggantikan pekerjaan astronot, untuk melakukan operasi berbahaya. Tercetus pula dari salah satu negara yang tergabung dalam Foundation of Advanced Research Projects, bahwa robot humanoid berpotensi berguna di Bumi untuk melakukan pekerjaan di lingkungan dengan radiasi tinggi, ranjau, dan berbagai misi penyelamatan yang rumit.

FEDOR yang mulanya dikembangkan untuk kementerian darurat, telah berhasil menembak sasaran dari dua pistol. Hal tersebut terlihat dalam video unggahan Kepala Badan Antariksa Rusia, Dmitry Rogozin.

Seperti yang sudah disebutkan, FEDOR tak kalah eksis dengan manusia. Tak hanya Twitter, ia pun memiliki akun Instagram, meski dikelola oleh negara. FEDOR juga mengunggah beberapa postingan saat sedang mempelajari keterampilan barunya, seperti sedang membuka botol air, dan lainnya.

Terdapat robot humanoid yang sudah lebih dulu dikirim ke luar angkasa sebelum FEDOR, yakni Robonaut 2 yang dikembangkan bersama oleh General Motors, lalu dikirimkan oleh bantuan NASA pada 2011.

Serta, robot kecil Kirobo asal Jepang yang dikembangkan bersama Toyota, ia dikirimkan bersamaan dengan komandan ruang angkasa Jepang pada 2013. Kirobo juga mampu melakukan percakapan dengan manusia, meski hanya berbahasa Jepang.

Saat ini seluruh kegiatan ISS merupakan proyek bersama dari Badan Antariksa Amerika Serikat, Rusia, Eropa, Kanada, dan Jepang.

MG/Afridha Khalila
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Menganalisis Kekuatan...
Menganalisis Kekuatan Pesawat Su-35 dan Rafale setelah Pertemuan di Laut Baltik
Gerhana Matahari Total...
Gerhana Matahari Total Terlama Abad Ini Akan Segera Terjadi
Ilmuwan Pastikan AI...
Ilmuwan Pastikan AI Belum Bisa Kalahkan Teori Soal Iklim
Permukiman Prasejarah...
Permukiman Prasejarah Ditemukan di Gurun Yordania
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Audi Nuvolari Spyder...
Audi Nuvolari Spyder versi Konvertibel Akan segera Diluncurkan
Rekomendasi
Wali Kota Tangerang...
Wali Kota Tangerang Apresiasi Liga Bintang Juara, Dorong Generasi Berpikir Cepat dan Tepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
Berita Terkini
Ini Susunan Direksi...
Ini Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru Telkomsel 2026
Kuburan Paus Terbesar...
Kuburan Paus Terbesar dalam Sejarah Ditemukan di dasar Samudra Hindia
SpaceX Siap Luncurkan...
SpaceX Siap Luncurkan Pusat Data AI di Orbit Paling Cepat Tahun 2027
Mengenal Siri AI di...
Mengenal Siri AI di WWDC 2026 dan Apa Saja Fitur Barunya?
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Apa Itu Siri AI Apple...
Apa Itu Siri AI Apple dan Mengapa 1,3 Miliar iPhone Tak Bisa Menjalankannya?
Infografis
Curacao, Negara Terkecil...
Curacao, Negara Terkecil yang Lolos ke Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved